Kisah Miris Suprihatin Menuai Empati Camat Hingga DPRD Tanggamus


Camat Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Erlan Saputra, sangat prihatin dengan yang dialami Suprihatin (22), warga Pekon Tanjungagung tersebut.





Tak sekadar prihatin, Erlan pun langsung bertindak.


[caption id="attachment_45755" align="alignnone" width="800"] Camat Kotaagung Barat, Erlan Saputra/Ist[/caption]



"Saya sudah menghubungi Penjabat Kepala Pekon setempat, guna mengkonfirmasi kebenarannya, dia mengatakan belum ada laporan dari pihak pekon sebelumnya," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (23/6).





Menurutnya, dia sudah melaporkan ke Pemkab Tanggamus.





"Bersama tim dari kabupaten segera mengunjungi saudari Suprihatin dan keluarganya," jelasnya.





"Saya mohon maaf atas keterlambatan perhatian dari pemerintah, pihak kecamatan akan mengupayakan agar dia mendapat perhatian sebagai penyandang disabilitas, semoga ini menjadi solusi demi kebaikannya," tambahnya.





Terpisah, anggota Komisi 1 DPRD Tanggamus, Marini Sari Utami, mengatakan, sebagai sama-sama perempuan dirinya merasa sedih dan sangat prihatin, dengan apa yang dialami Suprihatin.





"Dalam kondisinya yang kekurang secara fisik, kok masih ada orang yang memanfaatkan kelemahanya, sampai dia melahirkan dua orang anak tanpa jelas siapa bapak anak-anak itu," ujarnya.





Politisi cantik asal Fraksi PKS itu mengatakan, supaya ada titik terang siapa bapak dari kedua anaknya tersebut, juga berharap agar ia tidak lagi tingal sendirian di gubuk tersebut. Dia bisa kembali tinggal bersama kakak kandungnya.





Senada dengan koleganya, Kurnain, Wakil ketua II DPRD Tanggamus, asal Fraksi Partai Nasdem. Dia berharap, semoga ada titik terang siapa bapak dari kedua anaknya tersebut.





Juga ada solusi agar ia mau kembali tingal bersama kakak kandungnya, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan Suprihatin.





Menurutnya, sudah selayaknya Pemerintah Pekon, maupun Pemerintah Daerah, memperhatikan persoalan ini.





Keluarga seperti ini yang layak mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos).





"Semua elemen masyarakat, saling peduli dengan persoalan dilingkungan sekitar, agar tidak ada lagi warga yang terkesan terabaikan, dan tidak ada lagi kejadian serupa," katanya.