Klinik Unila Ditetapkan Faskes Tingkat Pertama

Rektor Unila Prof Karoami bersama Kepala Pelayanan Primer BPJS Kesehatan Cabang Bandarlampung, Edi Samsuri/RMOLLampung
Rektor Unila Prof Karoami bersama Kepala Pelayanan Primer BPJS Kesehatan Cabang Bandarlampung, Edi Samsuri/RMOLLampung

Universitas Lampung dan BPJS Kesehatan Cabang Bandarlampung melakukan penandatanganan kerja sama.


Kerjasama itu menetapkan Klinik Unila sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi peserta program penjaminan kesehatan.


Kepala Pelayanan Primer BPJS Kesehatan cabang Bandarlampung, Edi Samsuri mengatakan sebetulnya kerja sama ini sudah disusun dari tahun 2019.


Namun, karena ada beberapa hal terkait izin operasional, perbaikan gedung, sehingga baru bisa terealisasi.


"Ini juga sebagai salah satu optimalisasi pelayanan kesehatan untuk mahasiswa disini, baik dari mahasiswa luar Lampung, sehingga aksesnya lebih gampang," kata Edi Samsuri kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (26/8).


Menurutnya, fasilitas yang ada di Klinik Unila sudah lengkap, jika dikategorikan penilaian mencapai 90.


"Ini juga bisa menjadi percontohan dari klinik-klinik yang lain, dari proses penataan gedung, dan kelengkapan peralatan," ujarnya.


Sementara, Kepala Pengelolaan Klinik Unila Ety Apriliana mengatakan fasilitas yang ada di klinik ini sesuai dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama.


"Jadi ada konsultasi dan pemesanan oleh dokter, ruang tindakan, layanan gigi, dan juga ada layanan laboratorium," jelasnya.


Lanjutnya, untuk jumlah dokter ada 4 orang, ada perawatan, bidan, analis laboratorium, dan perawatan Gigi.


"Jadi setiap bidang sudah ada SDMnya. Kita buka Klinik Unila dari Senin hingga Jumat pukul 08.00-14.00 WIB," ujarnya.


Jenis pelayanan yang disediakan oleh Klinik Unila seperti pelayanan poli umum, pelayanan KIA-KB, pelayanan tindakan, pelayanan pemeriksaan laboratorium, dan pelayanan perawatan gigi.