Kombes Yan Budi Bantah Ada OTT Di Polresta Bandarlampung

Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi / Tuti RMOLLampung
Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi / Tuti RMOLLampung

Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya menyangkal jika anggotanya terkena operasi tangkap tangan (OTT), menurutnya yang dilakukan hanya kegiatan fungsi pengawasan. 


"Tidak ada OTT, itu hanya kegiatan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Mabes Polri dan Polda Lampung kepada seluruh pelayanan publik, jadi tidak hanya SIM, namun juga SKCK, SPKT," kata Yan Budi Jaya usai sidak , Senin (31/5). 

Fungsi pengawasan, kata Yan Budi tidak hanya dilakukan di Polresta Bandarlampung, namun diseluruh Polres dan Polda yang ada di Indonesia.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya saat sidak pelayanan SIM/Tuti RMOLLampung

"Ini merupakan salah satu program Pak Kapolri dalam presisi yaitu fungsi pengawasan harus berjalan, ini salah satu bentuknya," ujarnya. 

Tambahnya, saat ini masih dalam rangka penyelidikan dan dugaan yang dikenal juga belum diketahui karena pihaknya belum menerima laporan. 

"Jadi kita tunggu saja sama-sama. Apakah ada pelanggaran, apa pelanggarannya, apakah karena pelayanan tidak memuaskan, atau ada konsumen yang tidak puas dengan pelayanan, seperti tutur kata anggota," jelasnya. 

Sebelumnya, Kepala Devisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol Raden Argo Yuwono membenarkan adanya pengamanan terhadap empat personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandarlampung.

Dia juga tidak membantah, selain ketiga aparat kepolisian, Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Mabes Polri dan Bid Propam Polda Lampung juga mengamankan seorang pekerja harian lepas (PHL).

Mereka yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) adalah tiga anggota kepolisian berinisial RY,  FV, dan AS dan seorang pegawai harian lepas (PHL) inisial HR. Keempatnya kena ciduk di jalan, empat hari lalu, Kamis malam (27/5).