Komisi Organisasi Tawarkan 4 Opsi Pemilihan Ketum PBNU

Sidang komisi organisasi Muktamar ke-34 NU di Aula Fakultas Pertanian Unila/Tuti
Sidang komisi organisasi Muktamar ke-34 NU di Aula Fakultas Pertanian Unila/Tuti

Komisi organisasi Muktamar ke-34 NU tawarkan empat opsi pemilihan ketua umum PBNU, untuk disetujui salah satu caranya pada sidang pleno. 

Usulan pemilihan ketua umum PBNU yang pertama yakni dipilih langsung oleh ahlul halli wal aqdi (Ahwa). Hal ini diusulkan dengan pertimbangan agar tidak terjadi kericuhan. 

"Biarkan sembilan kiai sepuh yang memilihnya, agar pemilihan ketua umum berlangsung tertib," kata salah satu peserta sidang, Kamis (23/12). 

Namun, ada pendapat menilai bahwa terlalu membebani para Ahwa. Sehingga usulan kedua pemilihan ketua umum sesuai dengan AD-ART, namun atas persetujuan Rais Aam, dan 9 Ahwa.

"Usulan ketiga pemilihan ketua umum masih sesuai dengan AD-ART semestinya," ujarnya. 

Lalu, usulan keempat pemilihan ketua umum dilakukan dengan penjaringan aspirasi dari pengurus bawah, lalu disetujui oleh Ahwa dan akhirnya di voting.

"Pembahasan usulan pemilihan ini setiap tahun selalu diperbincangkan, karena belum kesepakatan kita bawa ke sidang pleno agar salah satunya disepakati," jelasnya.