Konflik Agraria Berkepanjangan, Ratusan Petani Gelar Aksi di Tugu Adipura

Aksi hari tani di Tugu Adipura/Tuti
Aksi hari tani di Tugu Adipura/Tuti

Ratusan petani yang tergabung dalam Dewan Rakyat Lampung melakukan aksi Hari Tani di Tugu Adipura. Mereka menuntut agar pemerintah segera menyelesaikan konflik agraria.


Direktur LBH Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi mengatakan masih banyak konflik agraria yang berpanjang tak terselesaikan. Sehingga diminta pemerintah untuk hadir membantu menyelesaikan konflik tersebut.

Menurutnya, konflik agraria yang terjadi seperti petani Sidodadi Asri yang berkonflik dengan PTPN 7, Desa Malang Sari yang berkonflik dengan salah satu mafia tanah, dan warga Lampung Timur terdampak penambangan pasir.

"Kami menuntut pemerintah untuk menuntaskan mafia tanah dan mendorong mencabut paket kebijakan yang menyengsarakan rakyat termasuk omnibus law, menolak kenaikan harga BBM, turunkan sembako, dan atasi kelangkaan pupuk,” kata Sumaindra, Selasa (27/9).

Lebih lanjut, walaupun kasus konflik agrarian ada yang sudah ditangai oleh Polda Lampung, namun dalam prosesnya perlu dikawal agar bisa terselesaikan dengan adil.

“Kami ingin mengawal penegakan hukum atas kasus mafia tanah ini,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLLampung, massa aksi tetap semangat menyuarakan keluhannya ditengah teriknya matahari. Bahkan mereka berencana mengelar aksi hingga sore hari.