Korupsi APBD Lamtim, Kejari Sita Tanah dan Bangunan Alay di Bandar Lampung

Pelaksanaan sita eksekusi / istimewa
Pelaksanaan sita eksekusi / istimewa

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung bersama Tim Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung RI melaksanakan sita eksekusi terhadap aset terpidana Sugiarto Wiharjo Alias Alay, Selasa (14/6).


Kajari Bandar Lampung Helmi mengatakan, sebelum melakukan sita eksekusi, pihaknya telah melakukan pemblokiran sertifikat di Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bandar Lampung terhadap tanah dan bangunan di Jln Yos Sudarso Kelurahan Garuntang Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung. 

Selanjutnya, Kajari melaksanakan Putusan Mahkamah Agung RI nomor : 510/K/Pid.Sus/2014 tanggal 21 Mei 2014 dan menerbitkan Surat Perintah Kajari Bandar Lampung Nomor: Print-3111/L.8.10/Fu.1/06/2022 tanggal 13 Juni 2022 (P.48a) atas nama terpidana Sugiarto Wiharjo Alias Alay.

Bahwa Sita Eksekusi tersebut berupa tanah dan bangunan yang terletak di Jln Yos Sudarso Kelurahan Garuntang Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung dengan memasang (plang) tanda sita. 

Selanjutnya tanah dan bangunan yang telah disita eksekusi oleh Kejaksaan Negeri Bandar Lampung tersebut akan dilelang oleh PPA Kejaksaan Agung RI yang nantinya hasil lelang akan digunakan untuk membayar uang pengganti terpidana Sugiarto Wiharjo Alias Alay.

Sebelumnya, Kejari Bandar Lampung bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandar Lampung dan Metro melakukan penilaian (appraisal) barang sitaan dan barang rampasan negara selama 23 hingga 31 Mei 2022. 

Total ada 25 objek barang rampasan negara dan lima barang sita eksekusi. 18 objek di antaranya berupa tanah dan tanah beserta bangunan milik terpidana korupsi APBD Lamtim, Sugiarto Wiharjo alias Alay. 15 aset berada di Pesawaran dan Bandar Lampung dan tiga aset di Lamtim.

Kemudian, lima barang sitaan berupa rumah dan tanah milik eks Bupati Lamtim sebagai terpidana korupsi APBD Lampung Timur, almarhum Satono. Penilaian barang sitaan tersebut sebagai proses lelang untuk membayar uang pengganti.

Sugiarto Wiharjo alias Alay masih belum membayar Rp95,8 Miliar kerugian negara terkait kasus tindak pidana korupsi di PT Bank Tripanca Setiadana (Bank Tripanca).

Sementara, kejaksaan menerima aset Alay berupa pergudangan senilai Rp194 miliar. Nantinya akan digunakan sebagai upaya pembayaran sisa kekurangan kerugian negara.