Korupsi APBDes Rp200 Juta, Mantan Kakon di Pringsewu Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Ilustrasi / net
Ilustrasi / net

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pringsewu Martin Josen menuntut mantan Kepala Pekon (Kakon) Purwodadi, Adiluwih, Pringsewu Subardan 2,5 tahun dan denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan.


Tuntutan tersebut dibacakan JPU Martin Josen, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (1/9).

Dalam tuntutannya, Subardan dinyatakan bersalah melakukan perbuatan yang melanggar Pasal 3, Juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, UU RI Nomor 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, Subardan juga dituntut pidana tambahan berupa uang pengganti Rp200.993.282 dengan subsider 1 tahun penjara.

Pasca mendengarkan tuntutan JPU, Subardan menyampaikan permohonan maaf dan mengakui segala perbuatannya. Ia juga meminta keringanan hukuman kepada Majelis Hakim.

"Saya mengaku salah dan saya minta maaf sebesar-besarnya, saya mengakui kesalahan saya, saya mohon keringanan hukuman, saya tulang punggung keluarga," ucapnya di persidangan.

Diketahui, Subadran duduk di mrja hijau lantaran melakukan penyelewengan APBDes tahun anggaran 2019 lalu untuk kepentingan pribadinya.

Di antaranya pada kegiatan pembangunan talud, pembangunan gorong-gorong, pembagunan sumur bor dan pemeliharaan MCK, serta pengadaan jaringan internet.