KPAI Koordinasi P2TP2A, Begini Kronologi Pendampingan NF

Dugaan kekerasan seksual oknum P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Lampung Timur (Lamtim) berinisial DAS terhadap NF (13), mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).


"Atas pemberitaan tersebut, maka Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan komunikasi dengan pengurus P2TP2A Lamtim untuk mendapatkan penjelasan," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti, Rabu (8/7).

Berdasarkan hasil komunikasi, Ketua P2TP2A Lamtim adalah seorang perempuan bernama Maria, yang bersangkutan bukan ASN (Aparatur Sipil Negara), bahkan seluruh jajaran pengurus dan pendamping juga tidak ada yang berstatus ASN. Hal ini dikarenakan P2TP2A Lamtim belum menjadi UPT (Unit Pelaksana Teknis).

"Selain itu, dugaan telah terjadi kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum P2TP2A bukanlah berstatus pimpinan atau ketua, namun hanya pendamping, DAS memang berjenis kelamin laki-laki. Namun dalam pemulihan psikologi NF lebih banyak berkomunikasi dengan R, seorang perempuan," jelasnya.

Lanjutnya, dugaan kekerasan seksual terjadi di rumah aman perlu diluruskan juga, karena ternyata Lamtim belum memiliki rumah aman untuk korban kekerasan anak dan perempuan. 

"P2TP2A Lamtim memang diberikan fasilitas berupa ruangan kantor di komplek Pemda Lampung Timur, yang bersisian dengan TPA (Tempat Penitipan Anak) usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Namun, NF tidak pernah menginap di kantor tersebut," ujarnya.

Tambahnya, proses rehabilitasi psikologis NF sudah dilaksanakan oleh P2TP2A atas permintaan ayahnya, setelah NF menjadi  korban perkosaan pamannya sendiri pada tahun 2019 lalu.

KPAI mendorong dugaan perkosaan tersebut perlu didalami oleh Polda Lampung, dan jika terbukti maka pelaku wajib dihukum berat sesuai ketentuan dalam UU Perlindungan Anak.

Lanjutnya, KPAI berharap kasus ini tidak berdampak pada kepercayaan publik terhadap pelayanan P2TP2A di berbagai daerah di Indonesia sebagai lembaga layanan terhadap anak dan perempuan korban kekerasan.

“Sepanjang pengawasan KPAI, mayoritas P2TP2A memberikan pelayanan dan perlindungan sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundangan yang berlaku, terutama terhadap anak, baik sebagai korban maupun pelaku tindak kekerasan,” ujar Retno Listyarti.

Berikut ini kronologi pendampingan P2TP2A Lamtim terhadap NF:

25 November 2019

S (ayah korban) melaporkan dugaan perkosaan yang dialami NF ke Polres Lampung Timur.  Terduga pelaku adalah paman korban dengan inisial L. Polres Lampung Timur kemudian memproses laporan ayah korban dan kasus berlanjut ke pengadilan.

10 April 2020

NF telah dititipkan oleh ayahnya, S (49 tahun) ke P2TP2A Lampung Timur pada 10 April 2020  untuk mendapatkan rehabilitasi  psikologis sebagai korban kekerasan seksual.  Permohonan disampaikan oleh ayah korban secara tertulis yang ditujukan kepada P2TP2A Lampung Timur.

11 April 2020

Ayah korban menandatangani surat kuasa penyerahan NF  kepada P2TP2A untuk keperluan pendampingan dan pemulihan psikologis anak korban.  Karena P2TP2A Lampung Timur belum menjadi UPT dan belum memiliki Rumah Aman, maka  untuk sementara NF dititipkan kepada salah seorang pengurus P2TP2A Lampung Timur, berinisial R di rumahnya, terhitung mulai 11 April hingga 16 Mei 2020.

23 April 2020

Pada Rabu (23/4), pelaku L dinyatakan bersalah dan divonis 13 tahun pidana penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lampung Timur pada 23 April 2020, karena terbukti kuat dan menyakinkan telah memperkosa keponakannya sendiri, NF yang saat kejadian masih berusia 13 tahun.

16 Mei 2020

Saat diserahkan pada 16 Mei kepada Ayah korban, P2TP2A juga membuat berita acara penyerahan NF kepada pihak keluarga karena kebetulan akan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan keluarganya. Selama layanan rehabilitasi, NF menjalankan proses pemulihan di kantor P2TP2A Lampung Timur yang terletak di komplek perkantoran Pemda Lampung Timur, berdampingan dengan Tempat penitipan Anak (TPA) usia PAUD.

11 Juni 2020

Ayah NF mengajukan permohonan kepada P2TP2A Lampung Timur untuk dibantu mengurus kelanjutan pendidikan NF dari SD ke SMP melalui PPDB sistem zonasi.  Pihak P2TP2A menyanggupi membantu dan meminta pihak orangtua menyerahkan kelengkapkan administrasi seperti Kartru Keluarga dan akta kelahiran ananda NF. Bahkan pengurus P2TP2A juga membantu proses administrasi kelulusan NF di jenjang Sekolah Dasar (SD).

2 Juli 2020

P2TP2A Lampung Timur mendatangi kediaman NF didampingi oleh aparat desa untuk mengurus surat-surat dan mengambil berkas-berkas yang diperlukan bagi PPDB NF ke jenjang SMP. Pada hari itu, P2TP2A masih bertemu dengan NF. Berkas-berkas yang diperlukan akan dilengkapi oleh keluarga NF.

4 Juli 2020

P2TP2A Lampung Timur kembali mendatangi kediaman orangtua NF untuk  menyampaikan informasi bahwa pada hari Senin (6/7) adalah pengumuman diterima tidaknya ananda di sekolah negeri, namun pada hari itu anak dan keluarganya tidak ada di rumah.

Saat dikontak oleh P2TP2A ke handphone NF,  ananda mengaku sedang di salah satu kediaman familynya di daerah Jabung. Namun, belakangan P2TP2A Lampung Timur baru mengetahui bahwa NF dan ayahnya saat itu berada di  salah satu sekretariat media online. Informasi tersebut justru berasal dari Dinas PPPA Provinsi Lampung pada 5 Juli 2020. Pada tangga 4 Juli inilah berita dugaan perkosaan yang dilakukan oknum P2TP2A Lampung Timur viral.

5 Juli 2020

Ada kunjungan Dinas PPPA Provinsi Lampung dan P2TP2A Provinsi Lampung ke Lampung Timur dan bertemu dengan P2TP2A Lampung Timur terkait kasus dugaan kekerasan seksual terhadap NF yang diduga dilakukan oleh oknum P2TP2A Lampung Timur.

6 Juli 2020

P2TP2A Lampung Timur mendatangi kediaman orangtua NF untuk menyampaikan informasi bahwa NF sudah diterima di salah satu SMPN. Namun, saat itu P2TP2A tidak dapat bertemu NF maupun ayahnya.

8 Juli 2020

P2TP2A Lampung Timur menginformasikan kepada KPAI bahwa NF sudah berada di tempat yang aman dan dalam pendampingan Dinas PPPA Provinsi Lampung.  NF dibawa P2TP2A Lampung Timur  ke rumah aman provinsi Lampung.  Namun, KPAI belum berkoordinasi dengan pihak Dinas PPPA Provinsi Lampung terkait perkembangan terakhir kasus ananda NF ini.