KPK Beri Isyarat Tersangka Baru, Minta Unila Ikut Beri Sanksi Mahasiswa Jalur Suap

Konferensi pers capaian kinerja KPK semester 1 Bidang Penindakan/RMOL
Konferensi pers capaian kinerja KPK semester 1 Bidang Penindakan/RMOL

Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan isyarat akan ada tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Lampung (Unila) tahun 2022.


Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta dalam konferensi pers capaian kinerja KPK semester 1 Bidang Penindakan, Senin (22/8).

Alexander mengatakan, pihaknya masih melakukan penggeledahan di Unila. Kemungkinan tersangka baru akan disampaikan jika ada pengembangan disertai bukti tambahan.

"Nanti kami akan temukan dokumen yang ada, siapa saja (yang terlibat) kalau tarifnya Rp100 Juta sampai Rp350 tapi terkumpul Rp5 miliar berarti kan bisa dibagi karena bervariasi," ujarnya di Jakarta.

"Kita tidak akan mengatakan sekian sekian tanpa ada bukti dulu, nanti pada saatnya kalau ini berkembang lagi rekan-rekan pasti paham, OTT itu anaknya banyak," lanjutnya.

Selain itu, KPK berharap Unila juga memberikan sanksi terhadap mahasiswa yang diterima melalui jalur suap dalam seleksi mandiri.

"Status mahasiswa yang kemudian ketahuan orang tuanya menyuap, ini menarik ini. Seharusnya ada konsekuensinya kan. Karena dia masuk berarti kan secara ilegal dengan cara menyuap," katanya.

Sanksi itu, lanjutnya, harus betul-betul ditegakkan untuk memberikan efek jera kepada mahasiswa-mahasiswa di Universitas Negeri lainnya.