KPK Kembali Periksa Pejabat Dan Sejumlah Pengusaha Lanjutan Gratifikasi Agung

Ali Fikri/net
Ali Fikri/net

Hari ini, Kamis (6/5), KPK RI kembali memeriksa pejabat dan sejumlah pengusaha terkait lanjutan kasus gratifikasi Mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.


Mereka diperiksa lembaga antirasuah di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Lampung, Jl. Basuki Rahmat No. 33, Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung.

Saksi-saksi yang diperiksa adalah Gunaido Uthama selaku sekretaris Inspektorat kabupaten setempat; Taufik Hidayat selaku pensiunan PNS; Samsir selaku sekda Kabupaten Lampung Utara periode 2014-2018; 

Sri Widodo selaku Wakil Bupati Kabupaten Lampung Utara periode 2014-2019.

Lalu, Septo Sugiarto selaku Direktur CV. Trisman Jaya; Abdurahman dari CV Alam Sejahtera; dan Dede Bastian selaku Direktur PT Tata Chubby

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri membenarkan bahwa KPK sedang melakukan penyidikan di Pemkab Lampung Utara.

"Saat ini, KPK belum dapat menyampaikan detail perkaranya dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Ali seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/5).

Alasan dia, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan saksi-saksi.

Kemarin, Rabu (5/5), di tempat yang sama, KPK memeriksa tujuh orang terkait kelanjutan kasus gratifikasi Mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. Salah satu yang masuk pusaran  Mantan Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri.

Selain Bachtiar, KPK juga memeriksa istri Agung, yakni Endah Kartika Prajawati di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung, Kota Bandarlampung, Rabu (5/5).

Lima lainya adalah ASN di Pemkob Lampung Utara, yakni Kasi Promosi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Perdagangan A Rozie, Kabid. Keamanan dan Ketertiban Dinas Perdagangan Riduan.

Lainnya, Bendahara Tugas Pembantuan Tahun 2019 Dinas Perdagangan Arli Yusran, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Desyadi, Bendahara Dinas Perdagangan Syahroni.

Agung Ilmu Mangkunegara telah divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp750 juta subsider 8 bulan kurungan. Agung dinyatakan terbukti menerima suap senilai total Rp 1,3 miliar dan gratifikasi senilai Rp 100 miliar.

"Amar putusan, pidana 7 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda Rp 750 juta subsider 8 bulan," kata hakim ketua Efiyanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (2/7).