KPK Cium Aroma Pengemplangan Pajak PT GMP

Pintu masuk PT GMP di Kabupaten Lampung Tengah/Foto Net
Pintu masuk PT GMP di Kabupaten Lampung Tengah/Foto Net

AROMA dugaan pengemplangan pajak PT Gunung Madu Platation (GMP) dari Kabupaten Lampung Tengah terendus dari Gedung KPK RI Jakarta. Sudah hampir sebulan ini, lembaga antirasuah itu menyelusuri "tikus-tikus" yang mengerogoti pendapatan negara

Hingga Senin (15/3), KPK RI masih menyelusurinya pascapenangkapan dua pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu yang melibatkan  konsultan pajak Foresight Indonesia diduga menyuap kedua pejabat tersebut.

Tujuannya "kongkalingkong" mereka jelas, yakni bagaimana memengaruhi pembayaran pajak PT GMP pada tahun 2016 agar tak sebesar yang seharusnya disetorkan kepada negara.

Ketua KPK RI Firli Bahuri meminta masyarakat bersabar atas penyelusuran kasus suap yang dilakukan Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi dari Foresight Indonesia.

Mereka diduga menyuap Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji dan Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Dadan Ramdani.

Firli belum bersedia mengungkapkan perkembangan kasus ini, baik jumlah tersangka, saksi, dan peran PT GMP terhadap dugaan suap yang ditenggarai Rp50 miliar tersebut. 

Kasus ini, selain menyeret PT GMP juga melibatkan empat konsultan pajak dan tiga korporasi yang salah satunya Dadan Ramdani telah ditetapkan sebagai tersangka suap pajak pada 10 Februari lalu.

KPK juga telah mencekal Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi guna memperlancar proses pemeriksaan. 

Angin Prayitno Aji diduga menerima suap untuk merekayasa surat ketetapan pajak (SKP) dari tiga perusahaan besar: PT Jhonlin Baratama, PT Bank Panin Indonesia Tbk atau Panin Bank, dan PT GMP.

PT GMP didirikan pada tahun 1975 yang bergerak di sektor perkebunan dan pabrik gula di Desa Gunungbatin, Kabupaten Lampung Tengah, sekitar 90 Km arah Utara Kota Bandarlampung.

Luas lahan yang dikelola oleh PT GMP ini mencapai 36.000 hektare, dengan luas kebun produksi sekitar 25.000 hektar. Selain itu, ada 4000 hektare areal tebu rakyat yang bermitra dengan PT GMP.

Dengan jumlah pekerja 8000 hingga 10.000 orang setiap harinya saat musim tebang dan giling, rata-rata produksi gula yang dihasilkan adalah 2 juta ton tebu dan sekitar 190.000 ton gula per tahun.