KPK Selidiki Aliran Uang Rektor Unila Lewat Orang Kepercayaannya

Rektor Unila Prof. karomani/net
Rektor Unila Prof. karomani/net

KPK menduga Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani mempunyai orang kepercayaan untuk menerima suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila tahun 2022.


Dugaan itu didalami penyidik dengan memeriksa sepuluh saksi. Di antaranya, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Unila Asep Sukohar dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila Prof. Yulianto.

Kemudian, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Nairobi, Dokter Ruskandi, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ida Nurhaida serta, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila Suripto Dwi Yuwono.

Selanjutnya, pegawai honorer Unila Fajat Pamukto Putra, swasta Antonius Feri, Panitia Bidang Pengelolaan Hendri Susanto dan Perawat di Puskesmas Terminal Rajabasa Enung Juhartini

"Para saksi hadir memenuhi panggilan Tim Penyidik di Mapolda Lampung pada Jumat 17 September 2022," ujar Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (19/9).

Ali Fikri menjelaskan, melalui pengetahuan para saksi tersebut, tim penyidik mendalami terkait adanya arahan maupun kebijakan Karomani dalam proses seleksi mahasiswa baru dan dugaan aliran uang yang diterima Karomani melalui pihak-pihak yang menjadi orang kepercayaannya. 

"Di samping itu, dikonfirmasi juga mengenai susunan kepanitiaan penerimaan mahasiswa baru yang mengikutsertakan beberapa jajaran struktural di Unila," katanya. 

KPK sudah memeriksa delapan saksi pada Kamis (16/9). Di antaranya, Staf Pembantu Rektor Tri Widioko, Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. Dyah Wulan Sumekar, Dekan Fakultas Hukum M. Fakih, dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prof. Patuan Raja.

Kemudian, Dekan Fakultas Teknik Helmy Fitriawan, Dosen bernama Mualimin, Kepala Biro Perencanaan dan Humas Budi Utomo, dan Dekan Fakultas Pertanian Prof. Irwan Sukri Banuwa.