UKPM Teknokra Dan Aktivis Saksikan Tamatnya KPK RI

Puluhan mahasiswa dan aktivis hadir untuk nonton bareng film "KPK The End Game" garapan Watchdoc yang diadakan "UKPM Teknokra" Universitas Lampung di Graha Kemahasiswaan kampus setempat, Sabtu (5/6).


Film tersebut berisi wawancara 16 pegawai KPK yang dinyatakan tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) ini berdurasi dua jam dan dilanjutkan dengan diskusi bersama dua narasumber. 

Kedua narasumber adalah Direktur LBH Bandarlampung Candra Muliawan dan peneliti Puskamsikam Fakultas Hukum Unila Ridho Asdiansyah.

Menurut Candra, usaha pelemahan KPK memang sudah berlangsung lama, sejak berdiri tahun 2003.

"Sudah berapa kali mengalami pergantian rezim pemerintahan dan tahun ini usinya 18 tahun, usia menuju dewasa. Sebelum dewasa itu, KPK dipotong," kata dia. 

Ia melanjutkan hal ini dilakukan setelah berbagai upaya pelemahan dari luar tidak berhasil, mulai dlintimidasi pada penyidik hingga persekusi dan kekerasan dengan berbagai cara. 

"Tapi tidak mempan karena kelembagaannya kuat. Saya nonton tadi agak merinding, republik ini mau nyari yang gimana lagi kalau yang seperti ini dibuang?" kata dia. 

Sementara itu, peneliti Puskamsikam  Fakultas Hukum Unila Ridho Asdiansyah mengatakan dari 75 orang yang tidak lulus TWK ini keberadaannya sangat penting di KPK.

Sehingga 1261 yang dilantik beberapa hari lalu mungkin kesulitan mengisi kekosongan 75 orang tadi. 

"Karena KPK memiliki kurang dari 90 penyidik dan 20 diantaranya menjadi bagian dari 75 orang ini, jadi akan  sulit mengisi kekosongan ini," kata dia. 

Kedua narasumber ini meminta agar isu ini terus dihembuskan untuk membantu perjuangan 75 pegawai KPK yang disingkirkan. 

Watchdoc merilis setidaknya sudah ada 300 titik nonton bareng film ini yang tersebar di Indonesia, setengahnya dilaksanakan serentak tanggal 5 dan 6 Juni 2021.