KPPU Pantau Gejolak Kenaikan Harga Telur di Lampung

Ilustrasi / net
Ilustrasi / net

Kantor Wilayah II Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memantau gejolak kenaikan harga telur ayam ras di Lampung yang mencapai harga Rp30.000 per kg.


Kepala Kantor KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro mengatakan, kenaikan komoditas telur ayam ras di Lampung terjadi sejak minggu pertama Mei 2022 dan menyentuh harga tertinggi pada minggu keempat Agustus 2022, mencapai harga Rp30.000 per kg. 

"Ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dan terbatasnya suplai menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya harga telur ayam ras di Provinsi Lampung," ujarnya, Senin (29/8).

Ia melanjutkan, populasi ayam petelur di Provinsi Lampung diduga mengalami penurunan, akibat tingginya biaya Sarana Produksi Peternakan (Sapronak) yang menyebabkan peternak ayam petelur mengurangi jumlah populasinya untuk menghindari kerugian. 

Kenaikan harga pakan merupakan komponen yang mendorong kenaikan harga Sapronak. Harga pakan di Provinsi Lampung terpantau mulai mengalami kenaikan harga sebesar 13 persen sejak Mei 2021. 

Harga pakan di Provinsi Lampung saat ini berada dikisaran harga Rp8.500 sampai dengan Rp9.500 per kg. 

Wahyu melanjutkan, KPPU akan mengkaji lebih lanjut terkait permasalahan yang terjadi di sektor hilir. 

Selanjutnya, KPPU akan mengundang dan mendengarkan keterangan Perhimpunan Insan Peternakan Rakyat (Pinsar) Petelur Nasional (PPN) Wilayah Provinsi Lampung. 

"Apabila dalam proses pendalaman terkait kenaikan harga telur ditemukan adanya perilaku anti persaingan pada rantai pasok, maka kanwil II akan menaikkan permasalahan ini ke tahap inisiatif penegakan hukum," pungkasnya.