KPU Bandarlampung Tunggu Pemberitahuan Sidang Dari MA

Dedy Triadi/RMOLLampung
Dedy Triadi/RMOLLampung

KPU Bandarlampung tengah menunggu pemberitahuan sidang dari Mahkamah Agung (MA). Namun berdasarkan peraturan MA no 11 tahun 2016, pemberitahuan itu disampaikan tiga hari setelah gugatan masuk ke MA. 


"Karena sejak kita terima pemberitahuan itu, kita harus menyiapkan jawaban selama tiga hari ke depan. Ini yang kita konsultasikan ke KPU Provinsi," Kata Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triadi, Rabu (13/1).

Dalam pertemuan bersama KPU Lampung, Dedy mengatakan, KPU Lampung memberikan poin-poin penting apa yang harus dilakukan KPU Kota sebagai jawaban. 

"Karena kita sangat hati-hati dalam memberikan jawaban, jangan sampai ada persepsi opini publik bahwa kita menguntungkan atau merugikan satu pihak. Kita harus jaga independensi, netralitas, sikap kpu dalam menghadapi gugatan di MA," ujarnya.

Poin pentingnya adalah bahwa, fakta hukumnya KPU Kota mengeluarkan surat keputusan No 007/HK. 03.1-KPT/1871/KPU-kot/I/2021 sebagai tindak lanjut keputusan Bawaslu Lampung 02/Reg/L/TSM-PWO8.00/XII/2020 untuk mendiskualifikasi Paslon Eva-Deddy. 

Hal itu sesuai dengan UU Pilkada No 10 tahun 2016 Pasal  Pasal 135A yang mewajibkan KPU untuk menindak lanjuti putusan Bawaslu.

Ia melanjutkan, sidang di MA tidak seperti peradilan umum, melainkan hanya pemeriksaan berkas dan analisa terkait dengan kewenangan, prosedur dan substansi putusan KPU. 

Terkait hasil putusan MA nantinya, Dedy tidak bisa berandai-andai lantaran ini merupakan ranahnya majelis.  

"Kalau keputusannya menerima permohonan pemohon maka kita lihat amar putusannya, kalau ditolak juga tunggu amar putusannya. Apapun keputusannya pasti kami tindak lanjuti dan konsultasi ke KPU Provinsi," pungkasnya.