KPU Lampung Anggarkan Dana Pilgub 2024 Capai Rp681,4 Miliar

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami/Faiza
Ketua KPU Lampung Erwan Bustami/Faiza

KPU Lampung menganggarkan Rp681,4 miliar untuk membiayai Pemilihan Gubernur 27 November 2024 mendatang. Rencana anggaran itu disampaikan KPU kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis (9/6).


"Ada peningkatan signifikan dibandingkan pilgub 2018 Rp360 miliar," kata Ketua KPU Lampung Erwan Bustami saat ditemui di kantornya. 

Peningkatan tersebut meliputi, ada penambahan 547 desa sepanjang tahun 2018-2022, sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah TPS dan bertambahnya jumlah petugas adhoc (PPK, PPS, Petugas KPPS, PPDP).

"Tahun 2018 ada 12.354 tapi nanti tahun 2024 ada 17.224 TPS. Kalau desanya bertambah, TPA bertambah, jumlah personel adhoc bertambah, otomatis anggaran bertambah," jelasnya. 

Erwan merincikan, Rp681,4 miliar tersebut akan dialokasikan untuk membayar honorium sebesar 49 persen atau Rp333 miliar. Kemudian 24 persen atau Rp164 miliar untuk persiapan dan sisanya digunakan untuk operasional, administrasi perkantoran dan APD. 

Namun dalam penyelenggaran pilkada serentak nanti, terdapat usulan pembiayaan dengan  sistem cost sharing (berbagi) antara Pemerintah Provinsi dan 15  Pemerintah kabupaten/Kota. 

Hal itu bisa dilakukan karena Pilgub dan Pilkada digelar serentak 27 November 2024, dan diatur dalam pasal 4 Permendagri nomor 54 Tahun 2019, tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubenur, Bupati dan Walikota yang besumber dari APBD. 

Dia menyebutkan, dengan adanya konsep tersebut, jika disetujui, kebutuhan anggaran KPU Lampung hanya sebesar Rp313 miliar.

"usulan kami, Adhoc dibiayai oleh APBD Kabupaten/Kota, dan yang honor dan operasional KPPS, Petugas TPDP, pembuatan TPS dan lainnya, dibiayai oleh APBD provinsi Lampung," pungkasnya.