KPU Lampung Diskusi Bahas Tantangan Pemilu dan Pilkada Serentak 

Repro
Repro

KPU Provinsi Lampung aktif melakukan pemanasan jelang Pemilu dan Pilkada serentak yang akan digelar tahun 2024, di mana tahapannya akan dimulai tahun 2022 mendatang. 


Salah satunya dengan mengadakan seri diskusi ketujuh yang berjudul “Tantangan Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024” secara virtual, Jumat (17/9).

Diskusi ini menghadirkan Komisioner KPU RI, Ketua Divisi Sosialisasai, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi sebagai narasumber. 

Seri ketujuh ini diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Pringsewu sebagai tuan rumah, dibuka oleh Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami dan dipandu Anggota KPU Lampung, Ketua Divisi Sosialisasai, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Antoniyus.

Antoniyus mengatakan, tantangan Pemilu dan Pilkada bisa dikategorikan menjadi dua yaitu tantangan pada aspek teknis prosedural dan aspek normatif substansial. 

Tantangan aspek teknis proseduran seperti bahasan kesiapan anggaran, logistik, rekrutmen badan adhock, pencalonan, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi, sampai dengan sengketa. 

Sementara, pada aspek normatif substansial lebih kepada bagaimana mendorong Pemilu dan Pilkada yang berintegritas, anti politik uang, anti sara, pemilih rasional dan sebagainya.

Sementara itu, Komisioner KPU RI Dewa Kade menjelaskan 5 poin di antaranya, Prinsip Dasar Kajian Keserentakan dan pertimbangan Penghitungan Suara serta Rancangan Tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024.

Kemudian, Irisan Tahapan Pemilu Serentak dan Pemilihan Serentak , Strategi Pemilu Serentak dan Pemilihan Serentak dan Tantangan atau potensi masalah dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024.

Ia melanjutkan, rancangan hari pemungutan suara untuk Pemilu serentak tahun 2024 dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2024 dan Pemilihan pada tanggal 27 November 2024. 

Tantangan yang muncul seperti kondisi cuaca yang tidak menentu, jika curah hujan tinggi dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Hal ini tentu juga berakibat terhambatnya distribusi logistik. 

Selain itu, jika pandemi Covid-19 belum berakhir pada Tahun 2024 maka tantangan pada Pilkada tahun 2020 akan terulang lagi. Seperti potensi adanya kerumunan saat kampanye, pendaftaran peserta, pemungutan hingga rekapitulasi suara. 

Saat ini, lanjutnya, KPU RI tengah menyiapkan kebutuhan peraturan dalam Pemilu Serentak dan Pemilihan Serentak serta strategi penggunaan Teknologi Informasi. 

"Seperti penggunaan SIREKAP, SIDALIH, SILOG, SIPOL, SILON, SIDAPIL, SIDAKAM, SIAKBA guna meningkatkan efektifitas, efisiensi, kecepatan proses dan kualitas layanan kepada Parpol, Peserta Pemilu, Pemilih serta stakeholder lainnya,” katanya.