KPU Siapkan Draft Jawaban Untuk Sidang PHP MK

Tio Aliyansah/RMOLLampung
Tio Aliyansah/RMOLLampung

KPU empat kabupaten kota yang memiliki sengketa Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) di Mahkamah Konstitusi (MK) mulai membuat draft jawaban dalam sidang sambil menunggu buku register perkara konstitusi (BRPK).


Gugatan ini berasal dari lima paslon di empat daerah, diantaranya  Pesisir Barat (Aria Lukita-Erlina), Lampung Tengah (Nessy Kalviya-Imam) dan Lampung Selatan (Tony-Antoni dan Hipni-Melin).

Terakhir, satu gugatan  paslon 2 Bandarlampung M. Yusuf Kohar-Tulus Purnomo, meski gugatannya sudah dicabut oleh kuasa hukumnya tanggal 10 Januari lalu. 

Koordiv Hukum KPU Lampung M. Tio Aliyansah mengatakan, pihaknya siap mengikuti semua proses tahapan perselisihan di MK. 

Semua KPU kabupaten kota yang memiliki sengketa di MK wajib berkonsultasi ke ke KPU RI melalui KPU Provinsi. 

"Dimana draf jawaban ini akan diperiksa oleh tim hukum KPU RI agar tidak terjadi kekeliruan dalam menyampaikan jawaban," ujarnya sebelum rapat koordinasi dengan KPU Bandarlampung, Rabu (13/1).

Ia menjelaskan, dalam perkara MK, KPU menjadi pihak termohon, paslon yang menggugat sebagai pemohon, Bawaslu sebagai pihak memberi keterangan dan paslon yang menang sebagai pihak terkait. 

"Jadi KPU provinsi akan mendampingi, mengonsolidasikan, semua dikoordinir KPU RI karena ada 130 paslon se-Indonesia yang mengajukan gugatan," pungkasnya.