Kuasa Hukum Mustafa Sebut Ada Indikasi Saksi Berbohong Di Bawah Sumpah

M.  Yunus/ Faiza
M. Yunus/ Faiza

Kuasa Hukum Mustafa, M. Yunus mengatakan pihaknya akan mencantumkan dugaan saksi berbohong di bawah sumpah dalam pledoi yang akan dibacakan dalam pledoi atau pembelaan terdakwa Mustafa. 


Di antaranya, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim alias Nunik, Midi Iswanto, Khaidir Bujung dan Slamet Anwar. Pasalnya, keterangan empat orang ini saling bertentangan, kata Yunus. 

"Siapa yang berbohong wajib dipidana, nanti kita urai di pledoi," ujar M. Yunus usai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (27/5).

Ia melanjutkan, setiap saksi yang hadir dalam sidang disumpah terlebih dahulu. Sehingga jika berbohong akan ada konsekuensi hukum yang akan diterima. Ia memastikan, di antara empat saksi tersebut ada yang berbohong karena keterangannya berbeda. 

"Saya pastikan ada yang berbohong karena keterangan mereka bertolak belakang. Uang Rp 1 M, kata Midi di Nunik, kata Nunik enggak," kata dia. 

Menurut Yunus, seharusnya empat saksi tersebut dapat dikonfrontir namun tak bisa terlaksana karena Nunik tidak hadir tanpa keterangan. Konfrontir ini sangat penting untuk membuktikan aliran Rp4 M untuk mahar PKB. 

"Ada Rp4 M dinikmati bukan okeh Mustafa, terserah apa itu dinikmati oleh Nunik, Muhaimin Iskandar, Midi, Bujung, atau Teguh ada banyak sekali nama. Yang pasti perkara ini harus dibuat terang dan jernih," kata dia. 

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Efiyanto mengatakan, pihaknya akan mengakomodir dan mempertimbangkan jika benar dimasukkan dalam pledoi. 

"Belum bisa kita tebak dengan ketidak hadiran ini ada fakta kebohongan, tujuan mereka saya perhatikan agar Justice collaborator Mustafa dapat dikabulkan dan bisa membuka kasus-kasus lainnya," pungkasnya .