Lampung Siaga Satu Covid-19? Begini Penjelasan Jubir Satgas

Screenshot
Screenshot

Beredar kabar di salah satu media sosial yakni Instagram tentang Provinsi Lampung siaga satu Covid-19.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Kantor Berita RMOLlampung, Selasa (19/1), Akun Instagram @pandemi.talk memposting foto bahwa "Lampung siaga satu geh". 

Pernyataan tersebut didasarkan pada tiga indikator yaitu, tingkat kematian yang tinggi, ketersediaan tempat tidur, tracing yang buruk, hingga buruknya transparansi informasi testing.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana mengatakan bahwa informasi itu tidak benar dan tidak ada konfirmasi terdahulu terkait hal tersebut.

"Itu tidak benar dan saya juga baru tahu dari salah satu media online," katanya, Selasa (19/1).

Menurut Reihana, mengenai tracing yang dilakukan di Provinsi Lampung sudah sesuai standar World Health Organization (WHO). Karenakan standar WHO satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 dilakukan tracing ke 30 orang.

"Sedangkan untuk dikita sendiri satu orang terkonfirmasi positif covid, kami bisa melakukan tracing sampai 200 orang itu artinya lebih dari standar WHO," ucapnya.

Kemudian mengenai transparasi data testing telah dilakukan secara terbuka dan semua sudah ditempel di papan informasi Posko Satgas Covid-19 Provinsi Lampung.

"Lalu terkait membuat kebijakan-kebijakan strategis seperti melarang atau denda keramaian, kan sudah ada peraturan daerahnya. Sementara mengenai komonikasi kritis dari pihak otoritas. Kita sudah melakukan komunikasi kritis cuma masyarakat kadang-kadang sulit menerima. Contoh sudah kita komunikasi kritis tapi masih pergi ke cafe dan tempat ramai lainya," kata dia.

Lanjutnya, mengenai perhatian kapasitas health system untuk pasien Covid-19 dan non Covid-19 sudah dilakukan dengan baik (sesuai dengan kondisi pasien).

"Pihak kami telah melakukannya. Ada isolasi mandiri, ada karantina dan harus tahu isolasi mandiri untuk orang OTG, kalau karantina yang kontak erat, sudah ada semua daerah punya tempat isolasi mandiri," tutupnya.