Lampung Usul Ke KKP 5 Desa Destinasi Wisata Bahari

Provinsi Lampung mengusulkan 5 desa ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk dijadikan Desa Wisata Bahari.


Kelima desa berada di Kabupaten Pesawaran, terdiri dari Desa Pulau Pahawang, Durian, Kampung Baru, Pagar Jaya, dan Sriminosari.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana menjelaskan Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh memiliki potensi wisata bahariseperti wisata pantai, snorkling, diving, mancing, track mangrove, dan sepeda.

"Desa Durian Kecamatan Padang Cermin memiliki potensi wisata bahari seperi wisata pantai. Desa ini juga tambak udang dan pelabuhan perikanan atau TPI," kata Febrizal saat rapat dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dalam rangka menindaklanjuti Kunker KKP, Sabtu (25/7).

Sedangkan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh memiliki potensi wisata pantai, kampung tua, dan tambak udang.

Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada memiliki potensi wisata pantai, diving, mancing, dan tambak udang.

"Sementara Desa Sriminosari dan Desa Margasari memiliki potensi wisata sperti tracking mangrove, fasilitas umum, kuliner," jelasnya.

Menurutnya, untuk mengembangkan desa wisata bahari tersebut dibutuhkan dana sebesar Rp 9,5 miliar.

"Totalnya itu Rp 9,5 miliar untuk kebutuhan menunjang desa wisata bahari untuk 5 desa tersebut, seperti pembangunan TPI Durian Rp 2 miliar, kapal wisata dan perlengkapan selam Rp 2 miliar dan lainnya," ujarnya.

Di lain pihak, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Aryo Hanggono mengatakan desa wisata bahari adalah program baru yang akan dikembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Ini untuk mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir, jadi jangan cuma tangkap ikan, tapi di daratnya juga kita benahi," jelasnya.

Nantinya ditanami terumbu karang di depan pantai, sehingga nantinya ada Coral Park dan tentunya bisa menambah objek wisata.

"Saat ini masih diidentifikasi, ini program baru. Mungkin tahun ini kita rencanakan, tahun depan bisa mulai implementasi," ujarnya.