Larangan Minyak Curah, Kadisperindag Pesawaran Belum Tahu

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pesawaran, Sam Herman/ Rama
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pesawaran, Sam Herman/ Rama

Pemerintah Pusat pada awal tahun 2022 melarang peredaran minyak goreng curah, hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 36 Tahun 2020 tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan, dalam peraturan tersebut Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan minyak goreng curah masih bisa diperdagangkan hingga 31 Desember 2021. 


Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pesawaran, Sam Herman mengaku belum mengetahuinya. 

"Belum ada, Permendag tahun berapa? tentang apa?, coba nanti saya tanya dulu ya," kata Sam Herman, Kamis (25/11).

Sementara, Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Pesawaran Dahsyatia belum bisa dikonfirmasi meski hand phonenya dalam keadaan aktif. 

Sementara, Ami salah satu pedagang warung di Kecamatan Gedong Tataan menyatakan bahwa dirinya masih menjual minyak goreng curah. 

"Iya saya jual minyak goreng curah, tapi memang yang beli udah jarang, soalnya harganya sudah sama dengan minyak goreng kemasan yang bermerk, jadi pembeli lebih memilih minyak goreng kemasan yang sudah ada merk-nya," kata Ami.

Ketika ditanya terkait adanya larangan peredaran minyak goreng curah pada tahun 2022 mendatang, Ia mengaku tidak ada masalah. 

"Ya, kalau kami penjual ya tidak apa-apa mas, lagipula kalau harganya (minyak goreng curah, Red) sama dengan minyak goreng kemasan yang ada merk-nya, sepertinya juga lebih laku yang kemasan, makanya saya kalau stok jualan minyak goreng curah sekarang tidak banyak, takut tidak ada yang beli," pungkasnya.