LBH Gerbang Tanggamus Desak Polisi Usut Dugaan Asusila Oknum Pengajar Ponpes

Korwil LBH Gerbang Tanggamus, Ary Darmono/ Ist
Korwil LBH Gerbang Tanggamus, Ary Darmono/ Ist

Perbuatan asusila masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Tak jarang, anak di bawah umur menjadi korban tindakan tidak bermoral tersebut.


Seperti dialami enam remaja perempuan, empat di antaranya masih di bawah umur yang diduga menjadi korban perbuatan asusila pria yang bekerja sebagai guru agama berinisial RH (45).

Hal itu terungkap melalui Surat Tanda Rerima Laporan Polisi (STTL) bernomor 862/VIII/2021/SPKT/POLRES TANGGAMUS/POLDA LAMPUNG tertanggal 3 Agustus 2021.

Dalam surat itu pelapor inisial JM, perempuan berusia 41 tahun menyebut dugaan asusila terjadi pada Maret 2021 sekitar pukul 03.00 Wib di Pondok Pesantren di Kecamatan Kelumbayan Barat.

Koordinator Wilayah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Bangsa (Gerbang) Tanggamus, Ary Darmono mengatakan terduga pelaku berprofesi sebagai guru agama di salah satu pesantren.

"Mereka ngaji dan disuruh tidur di sana, nah pada malam hari itu enam orang diduga menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan secara bergilir, salah satu saksi melihat temannya sedang ditindih oleh terlapor pada malam hari sekitar pukul 03.00 Wib pada Maret 2021," kata Ary Darmono mewakili penasehat hukum pelapor, Ahmad Kristdevi Khairan, Senin (23/1).

Ary meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan perbuatan asusila tersebut sehingga memberikan keadilan kepada korban serta keluarga.

"Aparat penegak hukum serta instansi yang memiliki konsen terhadap masalah perlindungan anak harus mengusut dugaan ini secara profesional dan proporsional guna memberi keadilan kepada pihak-pihak yang menjadi korban," harapnya.

Kemudian, Ia juga meminta aparat untuk mempertimbangkan dampak sosial serta psikologis yang diderita para korban setelah terjadi dugaan perbuatan asusila tersebut.