LBH Ratu Siap Dampingi Puluhan Korban Seksual Di Gadingrejo

Ayu, ketua LBH Ratu Pemerhati/Nurul RMOLLampung
Ayu, ketua LBH Ratu Pemerhati/Nurul RMOLLampung

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ratu Pemerhati dari Kota Bandarlampung, menyatakan kesiapannya jadi pendamping hukum puluhan anak korban kasus kekerasan seksual di Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.


Demikian dikatakan oleh Ayu, ketua LBH Ratu Pemerhati yang didampingi Lembaga Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Pringsewu saat koordinasi dengan Kepala Pekon Parerejo, Muhadi, Sabtu (5/6).

Ia merasa prihatin dan terpanggil dengan kasus yang telah dilaporkan ke kepolisian.

"Pelajaran bagi kepala pekon untuk sadar hukum, jika hal seperti ini terjadi kepada warganya untuk segera melaporkan hal ini ke kepolisian, tidak boleh diselesaikan secara musyawarah, karena kasus ini adalah kejahatan luar biasa," kata Ayu.

Sementara, Kepala Pekon Parerejo Muhadi sebelumnya membantah telah rembuk pekon. Ia mengatakan hanya memediasi saja antara korban dan pelaku.

Namun kedepannya, Muhadi akan siap mendukung korban dan keluarganya yang sedang menjalani pemeriksaan di kepolisian.

"Rencananya, dalam waktu dekat, kami juga akan mengandakan sosialisasi soal kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan menghadirkan psikolog, sehingga nantinya aparat pekon dan juga masyarakat bisa mengerti hal-hal apa yang mesti dilakukan jika terjadi kasus serupa," kata Muhadi.

Kemudian, Ketua RPA Pringsewu Suprondi mengatakan, pihaknya merasa berterima kasih dengan support yang diberikan dari LBH Ratu Pemerhati dan Kepala Pekon Parerejo dalam pendampingan kasus kekerasan seksual ini.

"Kita berharap semua terungkap sesuai dengan faktanya, salah ya salah, benar ya benar. Dan ada upaya perhatian khusus dari pemerintahan desa, karena ini kasus sudah lama," katanya.

Tahun depan, dia berharap ada dukungan anggarn untuk pencegahan kasus kekerasan anak dan perempuan. Agar masyarakat tidak gugup harus melakukan apa ketika ada masalah seperti ini," pungkasnya.