Lima Aset Sitaan Kasus BLBI Dihibahkan ke Kemenkumham Lampung

Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi/ Ist
Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi/ Ist

Sebanyak lima aset sitaan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dihibahkan ke Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lampung.


Lima aset tersebut berada di Lampung diantaranya eks Badan Penyehatan Bank Nasional (BPPN) yang berbentuk tanah seluas 41.605 meter persegi dan 11.014 meter luas bangunan di Jalan Yos Sudarso, Panjang Utara.

Kemudian tiga aset di Kalianda berbentuk tanah milik eks PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) di Desa Sukatani seluas 42.600 meter persegi.

"Lalu aset berbentuk tanah seluas 17.500 meter di Desa Sidomakmur, Waypanji, Lampung Selatan. Serta tanah seluas 67.460 meter di Pringsewu," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi, Senin (13/6).

"Dan aset terakhir tanah seluas 15.800 meter persegi di Jalan Banyu Urip, Kotabumi Ilir, Lampung Utara," sambung Edi Kurniadi.

Dia mengatakan aset hibah itu rencananya akan dibangun kantor baru atau menjadi pusat pembinaan bagi narapidana Lampung.

"Aset diserahkan ke Kanwil Kemenkumham Lampung dan rencananya akan dibangun kantor imigrasi yang baru dan balai pemasyarakatan yang lebih repersentatif serta dibangun pusat pembinaan narapidana, berupa lahan pertanian yang dikelola narapidana secara produktif," kata dia.