Lima Bahan Pokok di Lampung Terus Naik Jelang Lebaran

Penjual daging sapi di Bandar Lampung / Tuti
Penjual daging sapi di Bandar Lampung / Tuti

Lima bahan pokok di Lampung terus naik menjelang Lebaran Idul Fitri 1443 H. Di antaranya, komoditas daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang putih, dan kedelai.


Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah II Wahyu Bekti Anggoro mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemantauan stok dan harga kebutuhan bahan pangan pokok di Lampung jelang Lebaran Idul Fitri. 

"Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri," kata dia, Kamis (28/4).

Berdasarkan pemantauan, Wahyu mengatakan, harga daging sapi di Lampung pada 28 April 2022 rata-rata terpantau di harga Rp150.000,-/Kg atau naik sebesar 7,23 persen dibandingkan harga sebelum Bulan Ramadan.

Sementara itu, harga daging ayam berada di harga Rp40.000,-/Kg atau naik 9,48 persen dibandingkan dengan harga sebelum Bulan Ramadan. 

"Diperkirakan harga tersebut akan terus mengalami kenaikan menjelang Lebaran Idul Fitri," lanjut Wahyu.

Meski begitu, pada komoditas cabai keriting, cabai rawit merah dan cabai rawit hijau harganya terpantau mengalami fluktuatif atau naik-turun.

Wahyu melanjutkan, sejak Bulan Januari 2022, KPPU Kanwil II intens melakukan diskusi bersama pelaku usaha komoditas ayam broiler dan sapi di Lampung.

KPPU Kantor Wilayah II merekomendasikan pelaku usaha komoditas ayam broiler di Lampung untuk meningkatkan produktivitas agar harga ayam bisa seimbang atas meningkatnya permintaan.

Selain itu, untuk komoditas daging sapi, Kantor Wilayah II KPPU saat ini juga sudah melakukan pengawasan terhadap kesediaan stok sapi dari 11 Feedloter yang berada di Lampung. Hasilnya, stok stok sapi hidup dapat memenuhi kebutuhan daging sapi di Lampung. 

Pihaknya juga sudah melakukan advokasi agar pedagang daging sapi di Kota Bandar Lampung menghentikan kesepakatan harga dan melepas perkembangan harga daging Sapi berdasarkan keekonomian pasar.

KPPU akan terus mewaspadai peningkatan harga pangan yang terjadi apakah disebabkan oleh meningkatnya permintaan (demand push inflation) atau disebabkan oleh terbatasnya suplai (cost push inflation) yang bertentangan dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

KPPU juga terbuka untuk menerima laporan dari masyarakat jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap UU Nomor 5 tahun 1999 yang berdampak pada hambatan pada pasokan dan distribusi, serta meningkatnya harga bahan pangan pokok ditingkat konsumen.