Lima Jenazah Dalam Freezer Kapal Ikan Saat Operasi Yustia Covid-19

Aparat kepolisian ketika mengevakuasi jenazah dari freezer kapal ikan/Foto Ist
Aparat kepolisian ketika mengevakuasi jenazah dari freezer kapal ikan/Foto Ist

Saat operasi yustia Covid-19, Jajaran Polres Kepulauan Seribu menemukan lima mayat yang tersimpan di dalam mesin pendingin atau freezer Kapal Ikan Star Indo Jaya Maju VI.


Kapolres Kepulauan Seriub AKBP Morry Edmond menyampaikan mayat-mayat tersebut ditemukan saat pihaknya tengah membagikan masker dan penegakan protokol kesehatan dalam operasi yustisi.

Operasi menyasar kapal ikan yang mengangkut banyak penumpang. Salah satunya, kapal ikan Star Indo Jaya Maju VI, karena terlihat padat.

"Kemudian kita bagikan masker sama imbauan untuk protokol kesehatan pada saat patroli ngecek ke kapal ini. Kapal ternyata jumlah ABK (awak buah kapal)-nya cukup banyak.

Ketika cek manifes, nahkoda dan ABK mengakui bahwa ada lima ABK-nya yang meninggal dunia dan ditaruh dalam freezer," papar Edmond seperti dilansir Kantor Berita Politk RMOL, Jumat (18/9).

Saat ini, sambung Edmond pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi.

Ia menyebut total kru di kapal ikan itu mencapai 43 orang. Lantaran ada lima ABK yang meninggal, kini hanya ada 38 awak kapal yang nantinya juga dimintai keterangan.

"Sisanya nanti akan di-rapid juga. Sementara ini, kapalnya ada di depan Dermaga Marina, labuh jangkar di sana," ujar dia. Berdasarkan keterangan saksi, lima ABK itu meninggal seminggu lalu.

Mereka disimpan di dalam ruangan pendingin oleh nakhoda kapal. Masih belum diketahui pasti penyebab kematian kelimanya.

Polisi membawa 5 jenazah itu ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diautopsi.

Kelima jenazah itu yakni Putra Enggal Pradana (19); Khoirul Mutaqqin (24); M. Zulkarnaen (24); Mohammad Son Haji (27); dan Miftakhul Huda (21).