Lima Ribuan UKM Ajukan Dana Usaha Mikro Ke Pemkot Balam

Lima ribuan usaha kecil menengah (UKM) mendaftarkan diri untuk memeroleh Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp2,4 juta per pelaku usaha terdampak Covid-19.


Lima ribuan usaha kecil menengah (UKM) mendaftarkan diri untuk memeroleh Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp2,4 juta per pelaku usaha terdampak Covid-19 ke Pemkot Bandarlampung (Balam).

Hingga hari terakhir, jelang salat Jumat (4/9), masyarakat masih antre menyetorkan dokumen syarat administrasi di Gedung Semergou Pemkot Bandarlampung, Pemkot Bandarlampung.

Mereka menyerahkan berkas pengajuan ke Lantai 9, Dinas Koperasi UKM Kota Bandarlampung di gedung yang ada di Jl Dr Susilo, Kelurahan Sumurbatu, Telukbetung Utara.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandarlampung, Girendra, menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera menuntaskan pendataan para pemohon.

"Kita bantu kok yakin aja," ujar dia, lewat pesan singkat pukul 16.06 WIB. Dia menargetkan input sekitar 5000 data pengajuan akan disetorkan ke BPUM, pekan depan (12/9).

"Semoga warga Bandarlampung yang mendaftar dapat kebagian semua. Kasian buat mereka rakyat kecil yang sangat membutuhkan kelangsungan usaha mereka," pungkas Girendra.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN juga mengharapkan hal sama. Para pelaku usaha yang mengajukan dapat bantuan semua.

Presiden Joko Widodo meluncurkan dana buat bantuan UKM tersebut senilau Rp22 triliun melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM). Kebijakan ini di luar Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Rinciannya, Rp123,46 triliun khusus bagi stimulus fiskal penyangga ketahanan ekonomi nasional klaster Koperasi dan UMKM.

Perinci keenam pagu non BPUM itu, insentif pajak (PPh final UMKM DTP) sebesar Rp2,4 triliun, subsidi bunga KUR dan Non KUR Rp35,28 triliun, penempatan dana restrukturisasi UMKM Rp78,78 triliun.

Lainnya, imbal jasa penjaminan Rp5 triliun, dana cadangan penjaminan ke BUMN Jamkrindo dan Askrindo Rp1 triliun, dan pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB KUMKM Rp1 triliun.

Adapun, dana BPUM Rp22 triliun dan keenam non BPUM Rp123,46 triliun ini bagian dari total anggaran PEN 2020 senilai Rp607,25 triliun.

Menarget total 12 juta rakyat pelaku usaha ultra mikro dan mikro di penjuru Tanah Air, realisasi BPUM telah cepat empat gelombang pencairan meski diluncurkan Presiden Jokowi sembari program berjalan, 24 Agustus 2020.

Gelombang pertama tersalur, kepada 742.422 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) pada 14 Agustus, tahap kedua 257.578 pelaku UMK pada 19 Agustus, ketiga 838.444 pelaku UMK pada 28 Agustus 2020, dan keempat 1.076.703 pelaku UMK pada 31 Agustus 2020.

Sekaligus menjawab tanya keresahan warga pengantri yang ditemui Jum'at di Gedung Semergou, mengutip Teten Masduki, terkait bank penyalur dana BPUM yakni melalui tiga bank BUMN, BRI, BNI, dan Bank Syariah Mandiri.

Bagi warga yang tak memiliki rekening di tiga bank itu tak usah kuatir, "karena akan dibuatkan rekening pada saat pencairan," kutipan kata menteri. (Muzzamil)