Limbah Padat IPLT Bakung Tak Dikelola Maksimal, Walhi Lampung Sebut Implementasi Program Lemah  

Lumpur sisa limbah tinja/Tuti
Lumpur sisa limbah tinja/Tuti

Lumpur sisa limbah tinja di IPLT Bakung dibiarkan bertumpuk disisi kanan di luar ruangan mesin mekanik. Sebagian tumpukan berwarna hitam itu mulai mengeras karena terlalu kering.


Terlihat juga pohon rampai tumbuh subur di atas tumpukan lumpur sisa limbah, bahkan telah mulai berbuah. Ada juga pohon ceri yang tumbuh, namun masih kecil. 

Menanggapi hal tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung tidak setengah-setengah dalam menjalankan program. 

Menurutnya, jika perencanaan telah disusun sebelum program berjalan, maka harus diimplementasikan sesuai rencana. Jangan sampai dibiarkan menumpuk tanpa pengelolaan lebih lanjut. 

"Pemkot Bandar Lampung kalau punya perencanaan jangan setengah-setengah, jangan cuma heboh di awal, tapi dalam implementasinya agak lemah," kata Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, Kamis (28/7). 

Lanjutnya, jika lumpur sisa limbah akan dikelola untuk pupuk kompos pohon, maka harus direalisasikan, bukan dibiarkan menumpuk. 

"Ketika dijadikan kompos akan ada tambahan nilai, dari sisi lingkungan tidak ada limbah yang terbuang, dan secara ekonomi juga ada nilai yang dihasilkan," ujarnya. 

Diketahui, lumpur sisa limbah dibiarkan menumpuk sejak April lalu, saat mesin mekanik pemisah lumpur cair dan padat beroperasi.

Sementara itu, Direktur PD Kebersihan Bandar Lampung, Denis saat dikonfirmasi melalui telepon tidak aktif.