Lodewijk Dinilai Lebih Representatif Jika Kenakan Kikat Saibatin

Lodewijk F Paulus membacakan Teks Pembukaan UUD 1945 di Ende/ist
Lodewijk F Paulus membacakan Teks Pembukaan UUD 1945 di Ende/ist

Dewan Pakar Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Nizwar Affandi mengapresiasi Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F Paulus yang mengenakan Kopiah Adat Lampung Pepadun dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Ende, NTT, Rabu (1/6).


"Saya senang sekali melihat beliau mengenakan pakaian adat Lampung dalam acara kenegaraan pagi tadi," ujar Affan, sapaan akrabnya. 

Meski begitu, Affan ingin memberi beberapa catatan, bahwa sebagai Anggota DPR-RI dari Dapil Lampung I, maka akan lebih representatif jika yang dikenakan pakaian adat Lampung Saibatin. 

Ia melanjutkan, Adat Lampung Saibatin biasa disebut juga Lampung Peminggir atau Lampung Pesisir yang mayoritas penduduknya di Dapil I meliputi Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, dan Lampung Selatan. 

"Mengapa demikian? Karena mayoritas sub etnis Lampung yang mendiami daerah-daerah di Dapil Lampung I mayoritas berbudaya Lampung Saibatin," ujar Affan yang juga Mantan Presiden BEM Universitas Lampung Periode 1999-2000. 

Menurut Affan, bagaimanapun, semuanya berpulang kembali kepada pilihan yang dibuat oleh Sekretaris Jenderal Partai itu, sepenuhnya ia dihormati. 

"Sebagaimana saya juga memiliki hak untuk merasa kecewa karena bukan pakaian adat kami yang beliau pilih untuk dikenakan walaupun beliau sejatinya mewakili daerah kami yang secara sosiologis mayoritas berbudaya Lampung Saibatin," sambungnya. 

Ketua Ormas MKGR Lampung Periode 2016-2021 itu melanjutkan, ada pepatah lama yang sangat populer bilang “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

"Bagi sebagian orang hal seperti ini mungkin dianggap sepele dan remeh temeh," pungkasnya.