LPA Dampingi Remaja Bawah Umur Diperkosa Empat Orang




Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bandarlampung menerima permintaan pedampingan remaja berusia 15 tahun yang diperkosa empat pelaku.

"Orangtua korban minta pendampingan lembaga kami atas peristiwa tersebut," kata Ketua LPA Kota Bandarlampung Ahmad Apriliandi Passa.

LPA menerima laporan tersebut di sekretariatnya, Jl. Ridwan Rais, Gg Karya No. 30 B, Tanjungbaru, Kedamaian, Kota Bandarlampung,' Senin (13/4), pukul 10.00 WIB.

Menurut Ahmad Apriliandi Passa, keempat pelaku memerkosa pada waktu yang berbeda di sebuah ruko di' Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Ayah korban, TO (39 Tahun) telah juga menerima berkas pengaduannya dari Polsek Jati Agung No:STPL-B-310/IV/2020/Reslamsel/Sek Jati Agung, 4 April 2020.

LPA Kota Bandarlampung langsung membuat mandat kepada Tim Advokasi LPA Kota Bandarlampung untuk menindaklajuti laporan kasus ini.

Tim Advokasi yang akan melakukan pendampingan adalah Donal Andreas, SH, Nunung Herawati, SH, Fitra Ariyansyah, SH, dan Laura Sirait, SH.

"Kami menginginkan para pelaku dapat segera ditangkap oleh kepolisian setempat dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarbAhmad Apriliandi Passa.

Donal Andrias, koordinator Advokasi dan Reformasi Hukum LPA Bandarlampung, mengatakan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur pakai UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002.

Pada pasal 81, ancaman pidana penjara maksimal 13 tahun dan denda maksimal Rp300 juta.

Sementara pidananya, pasal 289 KUHP tentang Percobaan Perkosaan dengan ancaman lima tahun penjara.