LPW: Jangan Korbankan Bawahan Terkait Operasi Tugu Coklat

Suasana kemacetan akibat seringnya operasi di Tugu Coklat/Foto Ist
Suasana kemacetan akibat seringnya operasi di Tugu Coklat/Foto Ist

Polres Pesawaran dan Polda Lampung telusuri dugaan pelanggaran operasi lantas di Tugu Coklat. Lampung Police Watch (LPW) minta kapolres dan kasatlantas bertanggungjawab.


"Jangan salahkan dan selalu mengorbankan anggota, bawahan di lapangan," ujar MD Rizani, koordinator LPW kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (29/9).

Pekan lalu, viral video operasi yang membuat kemacetan di Tugu Coklat. Para sopir pikap mengeluhkan operasi yang sering dilakukan yang ujung-ujungnya "damai".

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan tak ada operasi lantas. Yang ada, katanya, operasi protokol Covid-19 melibatkan banyak pihak.

Dia telah memerintahkan pengusutan dugaan pungutan liar pada operasi di Tugu Coklat.

Menurut MD Rizani, terlalu banyak yang dikorbankan jika hukuman diberikan kepada bawahan atau anggota. Cukup copot kapolres dan kasatlantas saja, katanya.

Dia yakin tindakan tersebut baru akan menimbulkan efek jera kepada seluruh satuan bahkan jajaran polres. "Kita semua tahu, mereka bekerja atas perintah dan diketahui atasan," katanya. 

LPW berharap adanya perubahan prilaku pada satuan lalu lintas Polres pesawaran dengan adanya pemberian sanksi kepada para pimpinannya.

LPW menyoal razia yang dianggap sudah mengganggu arus lalulintas setiap sore hingga malam di Tugu Coklat.

"Tak memilah lagi, petani hingga tukang bangunan yang pulang kerja, mereka razia juga," ujar MD Rizani, Jumat (25/9).

LPW mengirimkan video-video hasil investigasi ketika aparat sedang menggelar razia terhadap pengemudi pikap di persimpangan tugu dekat Kantor Satlantas, Kamis malam (24/9).

Banyak petani dan tukang yang memilih untuk singgah sejenak menanti magrib di warung atau minimarket sebelum melintas Tugu Coklat. Karena, pada saat itu, razia berhenti sejenak.

Sejak Jumat malam (26/9), pantauan Kantor Berita RMOLLampung tak ada lagi razia. Arus kendaraan lancar. Walau, setiap jam pulang kerja, kendaraan kerap padat merayap di lokasi tersebut.