LSM Keramat Duga Korupsi Dan Gratifikasi Anggaran KONI

LSM Keramat/ Vera
LSM Keramat/ Vera

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Keramat menduga kuat adanya dugaan korupsi dan gratifikasi penggunaan anggaran KONI Lampung, Jumat (11/6).


Koordinator Keramat Sudirman mengatakan, pihaknya saat ini  menduga kuat adanya syarat akan Gratifikas, Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan KONI Lampung.

Karena, sampai dengan saat ini DPRD Lampung belum menerima laporan atas penggunaan anggaran senilai Rp30 miliar yang telah dikucurkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung ke KONI.

"Sampai  dengan saat ini DPRD Lampung belum juga menerima laporan atas penggunaan anggaran senilai 30 miliar yang telah dikucurkan oleh dispora ke KONI Provinsi Lampung maka dari itu kami menduga adanya KKN di permasalahan ini," kata dia.

Kemudian, bagi pihak yang terkait untuk segera memberikan transparansi atas anggaran tersebut sehingga jelas titik permasalahannya dimana dan kenapa bisa berlarut-larut laporan anggaran tak kunjung diserahkan ke DPRD Lampung.

 "Jangan maen-maen dengan uang negara, pasti berhadapan dengan hukum dan seluruh rakyat Lampung, kami mendesak Aparat Penegak Hukum juga segera sikapi dugaan KKN atas realisasi anggaran 30 miliar tersebut,” tegas Sudirman.

Jika dalam waktu dekat tidak juga ada kejelasan, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dan konsolidasi terbuka untuk mengajukan permohonan mediasi ke pihak aparat penegak hukum yang ada di Lampung.

“Kami akan membangun komunikasi ke KPK RI untuk melakukan upaya pencegahan dan melakukan penyelidikan sesuai dengan koridor hukum serta aturan berlaku,” ujarnya.