Lurah Diduga Halangi Dan Rampas Sembako Golkar




Semakin keras agaknya persaingan menarik simpati warga jelang Pilwalkot Bandarlampung 2020. Seorang lurah diduga menghalangi program Partai Golkar membagikan sembako Covid-19.

Maehedi, lurah Tanjungagung, Kecamatan Tanjungkarang Timur diduga bahkan telah berusaha merampas bingkisan sembako Golkar Peduli Covid-19 dari tangan Ketua Golkar Bandarlampung Yuhadi, Rabu (8/7).

Sang lurah beralasan ingin memeriksa isi bantuan karena diduganya mengkampanyekan dan menyuruh warga memilih Rycko Menoza SZP sebagai calon wali Kota Bandarlampung.

[caption id="attachment_58567" align="alignnone" width="422"] Ketua Golkar Bandarlampung Yuhadi saat berdebat dengan lurah Maehedi yang diduga tengah berusaha menghalangi timnya membagikan sembako kepada warga/Foto Ist[/caption]

Selain Rycko, bakal calon wali kota yang kemungkinan mencalonkan diri lewat partai adalah kader PDIP, Eva Dwiana, isteri Wali Kota Bandarlampung Herman HN. Lainnya, Yusuf Kohar, wakil wali Kota Bandarlampung.

Partai Golkar rencana membagikan bingkisan tersebut kepada warga buat meringankan dampak ekonomi pandemi Covid-19 di Kota Bandarlampung.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bandarlampung Ali Wardana tak terima sikap Marhedi menghalang-halangi program Partai Golkar.

Tidak ada kampanye calon wali kota.  Di dalam bingkisan, tak ada tulisan anjuran memilih Rycko Menoza terkait pencalonannya di Kota Bandarlampung.

“Pendaftaran calon saja belum, bagaimana kami nyuruh masyarakat memilih?" tanya Ali Wardana.

Lurah beserta RT setempat mengambil bingkisan Golkar dengan alasan sebagai barang bukti sekaligus menelepon panitia pengawas (panwas). Namun, telepon panwas tak aktif.

Marhedi menolak dibilang  merampas sembako bantuan Covid-19.

Dia mengaku mendatangi Tim Relawan Golkar setelah mendapatkam laporan dari RT 03, Lingkungan (LK) II, kelurahan setempat.

Ada lima kelurahan yang diberi bantuan Golkar, yakni  Kelurahan Sawah Brebes, Sawah Lama, Kebun Jeruk, Kotabaru ,dan Kelurahan Tanjungagung.