Mahasiswa Aksi di Rektorat Bawa 7 Tuntutan, Salah satunya Minta Plt Rektor Dari Luar Unila

Mahasiswa aksi di depan Rektorat Unila / Faiza
Mahasiswa aksi di depan Rektorat Unila / Faiza

Pasca Rektor Karomani, Ketua Senat Muhammad Basri, dan Wakil Rektor Bidang Akademik Heryandi ditetapkan tersangka oleh KPK, puluhan mahasiswa melakukan aksi di depan Gedung Rektorat, Senin (22/8).


Mereka menyampaikan kekecewaannya terhadap tiga pimpinan Unila yang ditetapkan tersangka atas dugaan kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri tahun 2022.

"Kami melakukan aksi untuk menyampaikan tujuh poin tuntutan. Salah satunya meminta kemendikbud Ristek menunjuk pelaksana tugas rektor di luar birokrat Unila," ujar,Juru Bicara 

Aliansi Mahasiswa Unila Muhammad Ikhsan Habibi.

Tujuh poin tuntutan Aliansi Mahasiswa Unila, di antaranya

1. Pembuatan satgas khusus tindak korupsi yang melibatkan mahasiswa 

2. Meminta kemendikbud Ristek menunjuk pelaksana tugas rektor di luar birokrat Unila

3. Mengusut penggunaan dana dari lingkup terkecil termasuk pungli 

4. Memberikan transparansi seluruh anggaran dana aktivitas Unila

5. Merevisi peraturan rektor No 18 Tahun 2021 dengan melibatkan mahasiswa dan mencabut pembekuan organisasi kemahasiswaan tingkat Universitas dan Fakultas 

6. Meminta Kemendikbud Ristek segera memecat secara tidak hormat semua pejabat Unila yang dinyatakan tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi suap

7. Semua pejabat yang berpotensi terlibat korupsi ini dan yang teridentifikasi anti terhadap gerakan mahasiswa ditolak untuk menjadi kandidat pengisi jabatan strategis di Unila.