Mahasiswa dan Dosen Itera Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Teluk Kiluan

Transplantasi terumbu karang di Teluk Kiluan/ Ist
Transplantasi terumbu karang di Teluk Kiluan/ Ist

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, Teluk Kiluan di Tanggamus saat ini mengalami kerusakan sebagian terumbu karang. Kerusakan itu merupakan dampak dari penangkapan ikan dengan menggunakan bom.


Dosen Prodi SLL Itera, Adib Mustofa mengatakan kegiatan transplantasi telah dilakukan sejak November lalu, namun hingga kini masih terus dilakukan monitoring dengan melibatkan masyarakat.

“Metode yang digunakn dalam transplantasi terumbu karang yakni metode web spider atau jaring laba-laba. Metode ini dipilih karena lebih efektif dari pada metode lainnya,” kata Adib Mustofa, Kamis (10/3).

Menurutnya, kegiatan transplatasi tidak ada kendala berarti selain kondisi cuaca yang mempengaruhi tingkat kekeruhan air laut, dan arus ketika hujan.

“Selain mahasiswa, kita juga bermitra dengan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Teluk Kiluan yang rutin memberikan laporan perkembangan transplantasi terumbu karang setiap bulannya. Hasilnya tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Ke depan, Adib berharap masyarakat terutama generasi muda di kawasan wisata laut dapat lebih peduli terhadap kelestarian terumbu karang.

“Kita berencana melibatkan komunitas anak muda peduli laut, seperti Sahabat Nemo yang berfokus pada konservasi bawah laut untuk turut terlibat dalam melakukan konservasi laut di Lampung, dan Sumatera,” jelasnya.