Mahasiswa Unila Bisa Ajukan Keringanan UKT, Begini Prosedurnya

Juru Bicara Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin/ Tuti
Juru Bicara Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin/ Tuti

Universitas Lampung (Unila) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan keringanan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).


Menurut Juru Bicara Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin, berdasarkan Permendikbud nomor 25 tahun 2020, Rektor Unila menerbitkan Surat Keputusan nomor 1663/UN26/KU/2020 tertanggal 22 Juli 2020 tentang pemberian keringanan, pembebasan bagi mahasiswa program diploma dan sarjana Unila terkait pembayaran UKT. 

"Unila memberikan keringanan pembayaran UKT sebesar 50 persen kepada mahasiswa program diploma semester 7 dan mahasiswa sarjana pada semester 9 yang tinggal mengambil mata kuliah sampai dengan 6 SKS," kata Kahfie Nazaruddin, Senin (2/8). 

Lanjutnya, Unila juga membebaskan pembayaran UKT yang diberikan kepada mahasiswa program diploma dan sarjana yang sedang cuti kuliah dan mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ujian tapi belum menyerahkan laporan akhir atau skripsi ke perpustakaan sebagai syarat wisuda. 

"Mahasiswa dapat mengajukan permohonan pembebasan sementara UKT, pengurangan UKT, perubahan kelompok UKT, dan mengangsur pembayaran UKT dalam hal mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau wali mahasiswa yang menanggung biaya kuliah tengah mengalami penurunan ekonomi karena bencana alam dan/atau non alam. Perubahan atau penurunan ekonomi akibat hal tersebut ditentukan hasil penilaiannya oleh tim penilai besaran UKT," ujarnya. 

Dengan demikian, kata Kahfie Unila memiliki kebijakan pemberian keringanan dan pembebasan pembayaran UKT, namun harus ditempuh melalui prosedur atau mekanisme sesuai ketentuan, sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas institusi pendidikan tinggi. 

"Pada semester genap 2020/2021 terdapat 1.283 mengajukan bebas UKT karena lulus ujian, jumlah mahasiswa yang mengajukan pemotongan UKT 50 persen untuk Diploma sebanyak 140 mahasiswa dan untuk Sarjana 1.721 mahasiswa, jumlah mahasiswa yang mengajukan banding/penurunan kelompok UKT dan dinyatakan layak 816 mahasiswa. Sumbangan pagi UKT ke anggaran Unila sebesar sekira 63 persen," jelasnya. 

Tambahnya, pembayaran kuliah mahasiswa Unila telah mengikuti pola UKT sesuai Permendikbud RI No. 55 Tahun 2013. Pada pasal 1 ayat (7) disebutkan UKT adalah biaya yang dikenakan kepada setiap mahasiswa untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Penentuan UKT kepada setiap mahasiswa berdasarkan grade atau kelompok UKT dari I sampai VIII. Kelompok I adalah bebas UKT atau Rp.0 khusus bagi mahasiswa jalur PMPAP (Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan) dan Kelompok VIII adalah pembayaran UKT tertinggi, yang ditetapkan melalui keputusan rektor yang nilai tertinggi sama dengan BKT (Biaya Kuliah Tunggal) untuk setiap program studi.

"Jumlah mahasiswa yang diterima dengan program PMPAP sebanyak 1.193 mahasiswi," ujarnya.