Malam Ngobrol dengan Pacar, Paginya Pemuda di Gedong Tataan Ditemukan Gantung Diri di Pohon Jambu

Lokasi gantung diri korban/ Rama
Lokasi gantung diri korban/ Rama

Tegar, pemuda berusia 20 tahun warga Desa Karang Anyar Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, ditemukan tergantung tak bernyawa di pohon jambu di belakang rumahnya.


Kapolsek Gedong Tataan Kompol Hapran mengatakan bahwa kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh Sahrul dan istrinya, Badriayah pada Minggu (17/10) pagi sekitar pukul 05.00 Wib yang hendak ke sungai di belakang rumah korban.

"Pada saat keduanya tiba di lokasi, mereka melihat orang berdiri di bawah pohon jambu dengan jarak sekitar 10 meter, dan sambil memanggil, karena diam saja kemudian saksi pulang dan mengira orang tersebut orang gila," kata Hapran, Minggu (17/10)

Ia mengatakan, kemudian kedua saksi memberitahu Zailani bahwa ada orang gila bawah pohon jambu dekat sungai

"Lalu Zailani bersama Arbi Sutana (orang tua korban, red) melihat ke belakang rumah dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon jambu dengan posisi leher terikat tali kain warna hitam," ujarnya.

"Kemudian Zailani memotong tali dengan menggunakan celurit, sedangkan orang tua korban memegang badan korban," timpalnya.

Hapran juga menuturkan, menurut keterangan kakak korban, Anes Padilah, korban tidak pernah mempunyai masalah atau pun mempunyai penyakit.

"Namun pada Sabtu (16/10) pukul 18.00 Wib pacar korban Riskianti, datang ke rumah korban dan pulang pukul 19.30 Wib," kata dia. 

"Dan sepengetahuan kakak korban tidak ada permasalahan dan malah pacar korban juga sering main ke rumahnya," jelasnya..

Diketahui, barang bukti yang diamankan, tali kain warna hitam dengan panjang sekitar 150 cm, kaos warna hitam yang bertuliskan speak out, celana pendek warna hitam.

Dan korban juga telah dilakukan identifikasi oleh Tim Inafis Polres Pesawaran dan pemeriksaan dari Tim Kesehatan Puskesmas Gedong Tataan.

Tidak ditemukan benturan benda keras pada tubuh korban, dan dari hasil pemeriksaan tersebut mulut menjulurkan lidah, mengeluarkan sperma, bekas luka jeratan di leher. 

Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi karena telah menyadari bahwa kejadian tersebut murni musibah bunuh diri.