Mantan Bupati Lamteng Mustafa Disidang Pekan Depan, Ini 5 Majelis Hakimnya

Mustafa/Ist
Mustafa/Ist

Sidang perdana mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Mustafa terkait perkara dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemkab setempat TA 2018 digelar Senin (18/1) pekan depan.


Sidang akan digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang Bandarlampung, sementara Mustafa di Lapas Sukamiskin.

Berdasarkan situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tanjungkarang Bandarlampung, jadwal sidang ini tercatat dalam nomor perkara 1/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tjk.  

Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan dengan sembilan barang bukti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

Humas PN Kelas IA Tanjungkarang, Hendri Irawan mengatakan, sudah ditetapkan lima majelis hakim dalam sidang ini. 

"Mereka yakni Efiyanto selaku Ketua Majelis hakim dan empat hakim anggota yaitu Siti Insirah, Gustina Aryani, Abdul Gani, dan Edi Purbanus," ujarnya, Selasa (12/1).

KPK RI telah melimpahkan berkas perkara suap dan gratifikasi ini ke PN Tanjungkara pada Senin (11/1).

Mustafa diduga menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga, dengan kisaran fee sebesar 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek.

Totalnya diduga sebesar Rp95 Miliar. Penerimaan uang itu diduga dilakukan secara bertahap pada Mei 2017 hingga Februari 2018.

Dengan rincian Rp58,6 miliar dengan kode IN BM berasal dari 179 calon rekanan, dan sebesar Rp36,4 miliar dengan kode IN BP berasal dari 56 calon rekanan. 

Mustafa telah divonis 3 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan terkait kasus suap terkait dengan persetujuan pinjaman daerah APBD Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.