Marak Kasus Buang Bayi, MUI Lampung Sebut Kondisi Psikologi Masyarakat Sedang Sakit 

Ketua MUI Lampung, Prof Moh Mukri/Tuti
Ketua MUI Lampung, Prof Moh Mukri/Tuti

Kasus pembuangan bayi di Kota Bandar Lampung kian marak. Terakhir bayi perempuan ditemukan di tempat pembuangan sampah di Jalan Kamboja, Kelurahan Kebon Jeruk, Tanjung Karang Timur pada Jumat (5/8). Namun bayi tersebut tidak berhasil diselamatkan. 


Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, Prof Moh Mukri mengaku cukup prihatin atas maraknya perilaku pembuangan bayi di Kota Bandar Lampung. 

Menurutnya, perilaku pembuangan bayi merupakan bentuk ekspresi sikap masyarakat yang sedang sakit psikologi yang disebabkan oleh beberapa faktor. Bisa akibat pandemi Covid-19, ekonomi, maupun pergaulan bebas. 

"Kita tidak bisa mengecam, tapi kita memprihatinkan sikap ibu yang membuang anaknya, walaupun pasti ada alasan dibalik tindakannya," kata Prof Mukri, Senin (8/8). 

Lanjutnya, alasan orang tua yang membuang anaknya perlu diselesaikan secara bersama. Sehingga diharapkan pemerintah maupun stakeholder terkait bisa memperhatikan masalah ini. 

"Kita tidak bisa menyalahkan satu orang saja, tapi menjadi tanggung jawab bersama, tak hanya orang tua atau pemerintah," ujarnya. 

Prof Mukri menilai saat ini kehidupan masyarakat milenial sangat bebas. Adanya transformasi kebudayaan menjadi salah satu efek dari pembuangan bayi. 

"Permasalahan seperti ini harus diselesaikan dengan duduk bareng, agar tidak terulang," jelasnya.