Masih Lemah, Koordinasi Gubernur Arinal Dengan Para Kepala Daerah Soal Covid-19




Politisi DPRD Lampung menilai masih lemah koordinasi Gubernur Arinal Djunaidi dengan para bupati/wali kota dalam penanganan Covid-19, terutama dengan Wali Kota Herman HN.

"Lemah, koordinasi Gubernur Pak Arinal dangan para kepala daerah mengenai penanggulangan Covid 19," kata Noverisman Subing.

[caption id="attachment_40057" align="alignnone" width="705"] Pertemuan sejumlah politisi di rumah aspirasi di Jl, Karimun Jawa, Sukarame, Bandarlampung/Ist[/caption]

Johan Sulaiman juga sependapat bahwa rakyat sudah melihat betapa lemahnya koordinasi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dengan para kepala daerah.

Hal itu yang menjadi kesimpulan para politisi ketika bertemu di Rumah Aspirasi, Jl. Karimun Jawa, Sukarame, Kota Bandarlampung, Selasa malam (28/4).

Mereka antara lain Johan Sulaiman (PKS), Ismet Roni (Partai Golkar), Noverisman Subing (PKB), dan beberapa nama politisi dari Partai Gerindra Provinsi Lampung.

Menurut Johan Sulaiman, saatnya, Gubernur Lampung dan para kepala daerah bekerjasama demi keselamatan masyarakat.

"Masyarakat sesungguhnya resah," katanya.

Noverisman Subing, mantan wakil bupati Lampung Timur, melihat koordinasi gubernur dangan para kepala daerah mengenai penanggulangan Covid 19 masih lemah.

"Mereka para kepala daerah seperti jalan masing-masing," katanya.

Jaring Pengaman Sosial

Mereka juga melihat belum siapnya jaringan pengaman sosial buat masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat adanya larangan tidak boleh keluar rumah.

"Rakyat harus makan," kata Ismet Roni, yang juga sekertaris DPD Partai Golkar, orang dekat Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Para politisi DPRD Provinsi Lampung berkumpul ikut prihatin atas status Kota Bandarlampung masuk zona merah pandemi Covid-19.

Mereka minta Wali Kota Herman HN segera berkoordinasi dengan Gubernur Arinal Djunaidi terkait keselamatan warga Kota Bandarlampun dari wabah corona.

Para wakil rakyat berpendapat hanya dengan bergandengan tangan melepaskan ego masing-masing upaya yang dapat mempercepat penanganan pandrmi Covid-19 ini.

"Jangan jalan sendiri-sendiri, Pak Wali Kota Herman HN dan Gubernur Arinal Djunaidi harus melepaskan ego masing-masing," kata Noverisman.

Kota Bandarlampung sudah masuk Zona Merah terhitung, Selasa, 28 April 2020, pukul 16.30 WIB.

Hal ini dibenarkan Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu subuh (29/4).