Masyarakat Sukabanjar Gedong Tataan Desak APH Selidiki Indikasi Korupsi Proyek Embung

Proyek Embung di Desa Sukabanjar Gedong Tataan/ Rama
Proyek Embung di Desa Sukabanjar Gedong Tataan/ Rama

Masyarakat Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk menyelidiki dan membongkar dugaan korupsi bangunan Proyek Embung yang ada di desa setempat.


Proyek yang dikerjakan CV Manunggal Sulthon Raya dengan nilai sebesar Rp 431.075.000, melalui Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung disinyalir jadi ajang korupsi dalam pengerjaannya.

MH (36) warga dusun III desa setempat, yang ikut kerja dalam pengerjaaanya mengatakan, pihaknya akan segera melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Yudi Yanto selaku kontraktor pembangunan Proyek Embung tersebut.

"Kami masyarakat Desa Sukabanjar meminta APH yang ada di Provinsi Lampung, baik Kejati, Kejari Pesawaran maupun Polda Lampung atau pun Polres Pesawaran untuk menindak lanjuti dugaan korupsi pembangunan Proyek Embung yang ada di desa kami," kata MH, Senin (4/4)

Hal senada disampaikan, salah satu tokoh masyarakat desa setempat berharap APH dapat mengambil langkah tegas, untuk menurunkan tim, serta mengaudit kembali pengerjaan Proyek Embung yang dikerjakan CV Manunggal Sulthon Raya.

"Insya Allah berkas pelaporan sudah kami siapkan berdasarkan hasil musyawarah bersama, dan bila nanti ada pembuktian indikasi kerugian negara agar diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," ujarnya.

"Dan jika nanti ada keterlibatan Yudi Yanto selaku pemborong serta terbukti korupsi dalam pengerjaan Proyek Embung tersebut, agar diproses juga sesuai dengan hukum yang berlaku, karena, kasihan para pekerja sampai dengan saat ini masih banyak yang belum dibayar upah kerjanya," timpalnya.

Sementara, Kepala Desa Sukabanjar Sunarto mengatakan, banyak warga sebagai pekerja di Proyek Embung itu yang melapor kepada dirinya, jika upah kerja mereka belum dibayar.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mediasi warga dengan Yudi Yanto selaku pemborong, saat ini warga sudah mulai bergejolak, jika ini tidak selesai maka warga akan menempuh jalur hukum, untuk melapor kepada APH," pungkas Sunarto.

Diberitakan sebelumnya, Proyek Embung yang ada di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran mangkrak, diduga dalam pengerjaannya tidak selesai dan terbengkalai, dan disinyalir menjadi ajang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) hingga ratusan juta rupiah.

Proyek Embung tersebut dikerjakan CV Manunggal Sulthon Raya dengan menelan anggaran sebesar Rp 431.075.000 juta melalui Dinas Pengelola Sumberdaya Air (PSDA) Provinsi Lampung.