Masyarakat Terjerat Rentenir, Wali Kota Solok Sharing Gebuk Sakuku ke Peserta Apeksi

Wali Kota Solok, Zul Elfian/Tuti
Wali Kota Solok, Zul Elfian/Tuti

Wali Kota Solok, Zul Elfian berbagai program untuk mengatasi masyarakat yang terjerat rentenir kepada para peserta Apeksi di seminar nasional pemberdayaan UMKM di Novotel.


Menurutnya, sebagai kota yang keterbatasan fiskal, masyarakat Kota Solok memiliki beberapa permasalahan yakni kontrakan habis, biaya listrik, anak sekolah dan model usaha. Karena tidak memungkinkan kredit bank, maka masyarakat terpaksa meminjam ke rentenir. 

"Solusi yang kita ambil yakni program gerakan seribu koin untuk saudaraku yang tidak mampu (Gebuk Sakuku). Didukung dengan gerakan subuh bersedekah," kata Zul Elfian, Jumat (27/5). 

Gebuk Sakuku tersebut dikelola oleh komisi percepatan penanggulangan kemiskinan di daerah yang langsung di bawah lurah. Mereka mengantarkan celengan ke rumah yang dianggap mampu, setiap bulan celengan diambil lagi. 

"Hasil celengan dibagikan kepada para penerima manfaat berupa modal kerja, uang tunai dan bentuk lain. Alhamdulillah setiap kelurahan menghasilkan Rp5 juta, ini cukup membantu masyarakat untuk berwirausaha, dan membantu masyarakat yang meminjam rentenir," ujarnya. 

Selain proses tersebut, peras sakuku atau pengumpulan beras untuk saudaraku yang 

kurang mampu juga digaungkan di Kota Solok. Begitu juga lemkadiri atau lembaga keuangan di rumah ibadah dengan bertujuan membantu permodalan bagi jemaah masjid yang membutuhkan. 

"Keterbatasan fiskal juga kita alami semua. Ia berharap pemerintah pusat bisa membantu untuk meningkatkan pendapatan fiskal," jelasnya.