Menag: Jangan Bangga Banyak Pendaftar PTK Islam Negeri, Bermutu Atau Mudah?

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di UIN Raden Intan Lampung/ RMOLLampung
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di UIN Raden Intan Lampung/ RMOLLampung

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta Ditjen Pendidikan Islam mengevaluasi kembali pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN UMPTKIN).


Menurutnya, jangan lekas berbangga dengan banyaknya peserta yang mendaftar. Perlu kajian apakah benar yang mendaftar memang PTKIN itu berkualitas dan bermutu, atau karena masuknya mudah dan murah. 

"Kita lihat dulu jangan cepat puas dulu, kalau memang dia karena faktor mudah dan murah maka kita harus carikan solusinya," kata Yaqut Cholil Qoumas saat sambutan peluncuran SPAN UMPTKIN di UIN Raden Intan Lampung Kamis (14/1). 

Selian itu, Yaqut juga mencermati dari tahun ke tahun peningkatan prodi ilmu keislaman masih terpinggirkan. Ilmu hadits, managemen zakat dan wakaf, bimbingan penyuluhan Islam, dibandingkan dengan prodi bersorak umum seperti perbankan syariah, psikologi, sains, dan teknologi masih kalah. 

"Itu tolong dicari, kalau problemnya itu tidak ada afirmasi ya kita afirmasi, misalnya lulusan pondok pesantren dipermudah untuk masuk di jurusan yang bernuansa keagamaan, dikasih beasiswa penuh. Itu saya rasa juga perlu, karena saya rasa mereka memiliki kapasitas untuk bisa masuk ke perguruan tinggi Islam ini," ujarnya. 

Lanjutnya, input yang masuk di PTKIN hampir 50 persen didominasi oleh alumni SMA dan SMK yang rata-rata lemah dalam Islami statis. Ia juga minta untuk dicarikan solusinya. 

"Bagi dosen-dosen juga harus memiliki wawasan kebangsaan yang mumpuni, sehingga pemahaman intoleransi atau radikal bisa diminimalisir di kampus," jelasnya.