Menang Banding, Terpidana Narkotika Minta Bebas Lewat Kasasi 

Nelson Rumanof/ist
Nelson Rumanof/ist

Terpidana seumur hidup perkara nakotika, Suhendra alis Midun bin Kasmin resmi kasasi ke Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang melalui Penasehat Hukum (PH) Nelson Rumanof, SH, Jumat (2/10).


Memori kasasi no.363/Pid.Sus/2020/PN Tjk itu untuk membebaskan Suhendra dari segala tuntutan pidana dan dibebasakan dari tahanan.

Menurut Nelson, ada dua hal yang menjadi dasar untuk mengajukan kasasi, yaitu keberatan terhadap putusan a quo peraturan hukum tidak diterapkan sebagaimana mestinya dan keberatan terhadap cara mengadili tidak dilaksankan menurut KUHP.

Di dalam menimbang itukan jelas bahwa dengan melihat fakta-fakta adanya hal-hal yang meringankan terdakwa, maka Majelis Hakim Tingkat Banding akan memperbaiki pemidanaan terdakwa dari pidana mati mejadi pindan dengan masa tertentu.

“Tapi nyatanya dalam keputusan banding, terdakwa divonis pidana seumur hidup. Tentu ini kontadiktif. Berdarkan pasal 12 KUHP itu tidak boleh lebih dari 20 tahun, tapi ini malah seumur hiduh, apalgi umur Suhendra masih 29 tahun, artinya melanggar pasal 12 KUHP,” ujarnya. 

Lanjutnya, keberatan terhadap cara mengadili yang tidak dilaksanakan menurut pasal 114 KUHP jo pasal 56 ayat 1 KUHP. Seharusnya terdakwa dengan pidana 15 tahun ke atas wajib didampingi oleh penasehat hukum.

“Namun terdakwa Suhendra sejak dari kepolisian hingga ke kejaksaan tidak didampingi oleh penasehat hukum, dengan alasan terdakwa sudah membuat surat pernyataan tidak ingin didampingi, tapi itu tidak boleh dan melanggar undang-undang,” jelasnya.

Sehingga Nelson berharap Mahkamah Agung menyatakan benar terbukti putusan melanggar ketentuan pasal 12 KUHP dan terbukti terjadi pelanggaran ketentuan pasal 114 KUHP jo pasal 56 ayat 1 KUHP.

“Menyatakan dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum tidak sah batal demi hukum,” ujarnya.