Mendes PDTT: Dana Desa Terserap untuk Infrastuktur hingga Bumdes

Mendes PDTT Halim Iskandar dan Wagub Chusnunia Chalim/ Vera
Mendes PDTT Halim Iskandar dan Wagub Chusnunia Chalim/ Vera

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) A. Halim Iskandar menyampaikan bahwa dana desa yang telah digelontorkan pada tahun 2015-2021 paling banyak digunakan untuk infrastruktur hingga Bumdes.


Contohnya pembangunan untuk jalan desa yang kini telah terbangun sepanjang 380.490 kilometer, lalu jembatan sepanjang 1.583.215 meter, pasar desa sebanyak 12.284 unit dan Bumdes sebanyak 42.317 unit.

Tak hanya itu, dana desa yang telah tersalurkan tersebut juga berpengaruh terhadap status pembangunan desa diantaranya untuk Desa Mandiri pada tahun 2015 hanya terdapat 174 desa dan ditahun 2021 menjadi 3.269 desa. 

"Kemudian Desa Maju dari 3.608 desa menjadi 15.321 desa, lalu untuk Desa Berkembang dari 22.000 desa menjadi 38.082 desa. Sedangkan Desa Tertinggal mengalami penurunan yang sangat signifikan," kata dia di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Kamis (16/6).

Sementara, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menyatakan bahwa pemerintah memang telah menyalurkan dana desa yang sangat besar untuk pembangunan desa.

Oleh sebab itu, presiden meminta pemerintah desa untuk mengelola dan memanfaatkan serta merealisasikan dana desa yang digelontorkan tersebut sebaik mungkin.

"Sebesar apapun dana yang digelontorkan harus disertai dengan manajemen yang baik, jika tidak maka tidak akan maksimal penggunaannya," katanya.

Diketahui, uang APBN sebesar Rp400 triliun telah digelontorkan untuk dana desa selama periode 2015-2021.