Merasa Dilecehkan, Mahasiswa Tuntut Ketua DPRD Lampung Minta Maaf

Aliansi Lampung Memanggil merasa kecewa terhadap Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay. Bahkan, kader PDIP itu dinilai telah melecehkan pergerakan mahasiswa.


Menurut Presiden BEM Universitas Lampung (Unila), Irfan Fauzi Rachman, mahasiswa hanya ingini Mingrum turun dari gedung DPRD agar lebih dekat kepada mahasiswa yang melakukan aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.

"Tetapi tidak mau, langsung pergi. Itu namanya melecehkan
pergerakan mahasiswa hari ini," kata Irfan saat aksi di depan Gedung DPRD Provinsi
Lampung, Selasa (10/3).

Ia juga meminta Mingrum untuk minta maaf karena telah
meninggalkan forum mimbar bebas Aliansi Lampung Memanggil.

"Menuntut permohonan maaf kepada ketua DPRD Provinsi
Lampung yang telah meninggalkan forum mimbar bebas aliansi lampung memanggil,"
ujarnya.

Sebelumnya, Mingrum sudah mendatangani kesepakatan
Aliansi Lampung Memanggil. Ia mengaku telah menampung semua aspirasi massa
aksi.

"Baik kawan-kawan, aspirasi kawan-kawan telah kami
terima, akan kami tindak lanjuti," kata Mingrum di hadapaan ratusan massa aksi.

Ia mengaku akan menyampaikan aspirasi Aliansi Lampung
Memanggil ke pemerintah pusat serta DPR RI.

"Akan menyampaikannya baik kepada pemerintah pusat serta
DPR RI. Sebagai tindak lanjut ini DPRD akan membuat surat," jelasnya.

Mingrum meminta massa aksi kembali ke kampus untuk
melaksanakan aktivitas. "Oleh sebab itu, kami meminta teman-teman kembali ke
kampus untuk melaksanakan aktivitasnya," ujarnya.

Ketika massa aksi meminta Mingrum untuk naik ke atas
mobil aksi lantaran suara toa yang kecil, ia malah memilih masuk kembali ke gedung
DPRD Provinsi Lampung.