Miris, Perempuan Disabilitas Ini Tinggal Sebatang Kara Di Gubuk

Cerita miris seorang perempuan penyandang disabilitas. Ia tinggal sebatang kara di gubuk milik orang lain.


Tak sebatas itu. Ia punya dua anak perempuan tanpa jelas siapa bapak anak-anaknya itu.

Dulmuis, warga Pekon Tanjungagung, Kecamatan Kotaagung Barat Kabupaten Tanggamus, membenarkan wanita bernama Suprihatin (22) itu kini punya dua anak perempuan.

Menurut dia, Suprihatin dulunya tingal bersama kakak kandungnya, Sarkumah.

"Ia punya dua anak tapi gak tau siapa bapak anaknya tersebut," ucapnya, Seini (22/6).

Senada, Rosmini, Kaur Kesejahteraan Pekon Tanjungagung, mengatakan, Suprihatin sudah dua kali melahirkan.

Anak pertamanya perempuan, sekarang sudah kelas 5 Sekolah Dasar, anak keduanya juga perempuan lahir sekitar empat bulan lalu.

"Kami tidak tahu siapa bapak dari kedua anaknya tersebut," katanya.

Ia mengatakan, sangat prihatin melihat keadaannya saat ini, tinggal di gubuk sendirian. Kedua anaknya dirawat orang lain.

Yang pertama dirawat Sarkumah, kakak kandungnya yang juga seorang janda. Anaknya yang kedua dia belum tahu siapa yang merawatnya.

Berbeda, Sarkumah, kakak Suprihatin. Ia mengaku sedih melihat kondisi adiknya yang mengalami cacat dengan kaki dan tangan mengecil, juga keterbelakangan mental. Juga harus mengalami nasib pahit seperti itu.

Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja mereka kesusahan.

Dia mengatakan, dulu adiknya tinggal bersamanya, tapi sekarang dia tidak mau lagi tinggal bersamanya, ia memilih tingal di gubuk milik Pak Lukman.

"Anak pertamanya saya yang rawat sekarang sudah besar, kalau yang kedua saya tidak tahu siapa yang merawatnya, karena saat ia melahirkan saya di Jakarta bekerja sebagai pembantu rumah tangga," jelasnya.

Dia berharap kepada Pemkab Tanggamus, bisa memperhatikan kondisi mereka, khusus adiknya dan kedua anaknya itu.


Berita Sebelumnya

Bravo Lima