Mofaje Urus Mahar Mustafa Ke PKB, Rp14 M Dari Miswan Rody

Saksi sidang suap dan gratifikasi Mustafa diambil sumpah/ Faiza Ukhti
Saksi sidang suap dan gratifikasi Mustafa diambil sumpah/ Faiza Ukhti

Ketua Asosiasi Kontraktor Nasioan (Askonas) Lampung Berkah Mofaje S Caropeboka termasuk salah satu pihak yang membantu mengurus mahar politik Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa ke PKB.


Mofaje mengaku dekat dengan Mustafa semenjak sama-sama menjadi aktivis di tahun 2005. Ia kemudian mengajak Mustafa menjadi Wakil Bendahara Pemuda Pancasila mendampinginya yang menjabat bendahara. 

"2016 Mustafa jadi Bupati Lampung Tengah, saya pengurus asosiasi kontraktor listrik Indonesia. Semenjak September 2016 saya jadi pengurus Nasdem, Mustafa Ketua DPW Nasdem," ujarnya ketika jadi saksi kasus suap dan gratifikasi Mustafa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (8/4).

Mofaje mengaku mengenal dekat para pengurus Nasdem termasuk Paryono, Sekretaris DPD Nasdem Lampung Tengah dan Miswan Rody Ketua DPD Nasdem Lampung Tengah yang juga kakak ipar Mustafa. 

Ia menjelaskan, usai dilantik jadi Bupati, Mustafa mengaku diperintah DPP Nasdem untuk mencalonkan diri sebagai gubernur lampung tahun 2018. Setelah itu, ia ikut membantu melakukan lobi-lobi agar Mustafa mendapatkan kursi partai, diantaranya PDIP, PAN dan PKB. 

"PKB saya hanya mendengar mendengar akan menemui Nunik (Chusnunia Chalim) di Lamtim, kemudian bertemu lagi di cafe di Bandarlampung. Kemudian masalah PKB ini saya dititipkan sejumlah dana yang akan diambil Paryono," tambahnya. 

Uang itu diambil tiga kali, pertama Rp5 M dan kedua Rp9 M yang berasal dari Miswan Rody. Kemudian, ada Rp1,1 M yang Mofaje serahkan, namun, itu adalah uang pribadinya. 

"Mustafa bilang ada warisan tolong dipegang dulu, nanti Miswan yang ngasih tau. Uang itu yang saya tau akan diserahkan ke pimpinan PKB yaitu Bu Nunik. Saya yakin sekali dana itu ke sana, karena saat itu kami lagi rebutan partai untuk perahu mustafa," kata dia. 

Setelah rekomendasi PKB tak jadi keluar untuk Mustafa, uang tersebut akhirnya dikembalikan oleh Paryono. Namun ia tak tahu soal Rp4 M lainnya lantaran uang itu tidak melalui dia. 

Kader Nasdem ini mengatakan, Nunik akhirnya digandeng Arinal Djunaidi sebagai wakil gubernur dan mendapatkan rekomendasi PKB. ia mengaku, mendengar kabar bahwa Ny Lee Purwanti mengguyur PKB Rp50 M untuk mengeluarkan rekomendasi pada Arinal. 

"Yang saya denger Rp50 M, itu baru tahap awal, sisanya nanti akan datang lagi, ini yang saya dengar aja. Dari beberapa petinggi partai politik, salah satunya Musa Zainuddin (Mantan Ketua DPW PKB Sebelum Nunik," katanya. 

Pada akhirnya, Mustafa didukung oleh tiga partai untuk maju, yakni Nasdem, PKS dan Hanura. Namun, pasangan Arinal-Nunik yang berhasil memenangkan pilgub Lampung sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung. 

Mustafa kemudian menjelaskan asal uang Rp14 M itu memang berasal dari warisan orang tuanya, menggadaikan beberapa asset, dan juga uang ijon proyek di Dinas Bina Marga Lampung Tengah.