Mudik Lebaran, Tarif Moda Transportasi Darat Naik Hingga 70 Persen

Moda transportasi darat Damri Lampung/ Ist
Moda transportasi darat Damri Lampung/ Ist

Menjelang Lebaran Idul Fitri 1443 H, tak hanya harga kebutuhan pokok yang naik, melainkan juga moda transportasi mudik darat. Kenaikannya bahkan mencapai 70 persen. 


Hal ini terungkap saat Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Ade Utami Ibnu ikut memantau kenaikan harga tiket moda transportasi, terutama transportasi darat, seperti bus, travel dan lainnya. 

Ade menemukan, salah satu PO Bus tujuan Bandar Lampung ke salah satu kota di Jawa Tengah yang harga biasanya Rp300 ribuan, kini mencapai Rp525 ribu sejak 18 April. 

"Ada kemungkinan lebih tinggi lagi. Naik hampir 70 persen," kata Ade yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung, Jumat (22/4).

Ade melanjutkan, di tengah kondisi ekonomi masyarakat sulit akibat terjadinya kenaikan harga bahan pokok, BBM, ada pula kenaikan PPN lalu ketika ingin merayakan lebaran setelah 2 kali tidak mudik, masyarakat dihadapkan pada ongkos transportasi yang naik berkali-kali lipat. 

Menurutnya, perusahaan otobus yang dua tahun ini pendapatannya menurun hingga gulung tikar memang perlu menyesuaikan kondisi dan situasi. Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat juga kesulitan karena pandemi Covid-19.

"Kalau perlu kenaikan, dengan harga yang wajar. Bahasa mudahnya, demi kemanusiaan, janganlah operator atau perusahaan otobus memanfaatkan kesempatan aji mumpungsecara berlebihan, " katanya. 

Selain itu, Anggota Badan Anggaran DPRD Lampung ini berharap agar Pemerintah Provinsi Lampung bisa segera mengeluarkan regulasi mengenai tata harga tiket moda transportasi, utamanya transportasi darat yang menjadi favorit pemudik.

"Biasanya Pemerintah mengeluarkan regulasi tentang batas atas harga tiket, namun agaknya sekarang belum ada. Seharusnya bisa dikeluarkan lebih awal, jangan sampai memberatkan masyarakat," pungkasnya.